Tak Diberi Jatah Menteri, Ini Komentar PSI

Isyana Bagoes Oka - Antara
23 Oktober 2019 21:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Solidaritas Indonesia (PSI), salah satu partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019, tidak mendapat jatah menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Meski demikian, DPP PSI mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi dalam menyusun Kabinet Indonesia Maju di masa pemerintahannya yang kedua.

“Ada cukup banyak tokoh dari kalangan profesional yang masuk kabinet Pak Jokowi. Ini menjanjikan,” kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Ia mengatakan nama-nama kalangan profesional, di antaranya Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Tohir, dan Mahfud MD, patut diapresiasi.

“Pilihan untuk Nadiem untuk menteri pendidikan dan kebudayaan mengejutkan tapi juga menggembirakan. Kita bisa berharap inovasi dalam bidang pendidikan akan tergelar lebih cepat,” ujar Isyana.

Sementara itu penunjukan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif dinilai juga memberi harapan baru.

Oka mengatakan Wishnutama sebagai salah seorang pendiri NET TV sudah terkenal dengan sejumlah tindak kreatif dan tangan dinginnya di industri pertelevisian. Isyana berharap Wishnutama bisa membawa sektor pariwisata lebih berkilau.

Sedangkan penunjukan Mahfud MD sebagai Menko Polhukkam, menurut dia, akan sangat membantu Jokowi dalam bidang politik dan keamanan, sebab Mahfud MD memiliki bekal keilmuan, integritas, dan pengalaman praktis yang panjang.

"Sosok Erick Thohir sebagai menteri BUMN juga akan membawa kebaruan. Pengalaman dia di sektor swasta semoga bisa membawa perubahan positif di lingkungan BUMN,” kata Isyana.

Di sisi lain, menurut Oka, kabinet ini juga mencerminkan pembaruan dan kontinuitas. Dia mengatakan beberapa aspek yang perlu dipercepat, diisi Jokowi dengan sosok-sosok segar.

“Namun, untuk yang sudah berhasil, Pak Jokowi dengan pas mempertahankan nama-nama lama. Misalnya saja pos untuk Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki Hadimuljono, Ibu Retno Marsudi, dan Pak Luhut Panjaitan,” kata Isyana.

PSI juga menyoroti makna penting lima pesan Presiden untuk para menteri. Pertama, para menteri jangan korupsi. Kedua, tidak ada visi menteri, yang ada visi presiden dan wapres.

Ketiga, Jokowi meminta para menteri bekerja dengan cepat. Keempat, selalu mengecek masalah di lapangan dan temukan solusi. Terakhir, semua harus serius dalam bekerja.

“Jika lima pesan presiden itu bisa dikerjakan, Indonesia yang maju semoga akan bisa kita peroleh. PSI siap mendukung sepenuhnya kabinet baru ini,” kata Isyana.

Sumber : Antara