Ditanya Terkait Wakil Gerindra Masuk Kabinet, Ini Respons Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berswafoto di Istana Negara, Jumat (11/10/2019). - Instagram @jokowi
20 Oktober 2019 17:07 WIB Yodie Hardiyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menanggapi pertanyaan mengenai apakah ada menteri di pemerintahan periode 2019—2024 yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto.

"Besok dilihat," kata Jokowi, singkat, di samping Istana Merdeka, Jakarta, sebelum berangkat ke Gedung MPR, Jakarta, untuk menghadiri acara pelantikan dirinya sebagai Presiden periode 2019—2024.

Seperti diketahui, Jokowi mengatakan akan memperkenalkan nama-nama menteri pada Senin (21/10/2019) pagi. Setelah memperkenalkan nama-nama menteri tersebut, Jokowi akan melantik para menteri di hari yang belum dapat dipastikan saat ini.

Jokowi mengkonfirmasi pertanyaan dari para jurnalis apakah 16 menteri berasal dari partai politik. "Besok pagi saya kenalkan, karena nanti sorenya, Pak KH Ma'ruf Amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan Kaisar di Jepang," kata Jokowi.

Sebagai gambaran, pemerintah pusat memiliki 34 kementerian pada saat ini. Sebagian orang yang mengisi jabatan menteri di 34 kementerian tersebut berasal dari partai politik.

Partai politik yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019 antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Hanura. Jokowi juga didukung oleh sejumlah partai kecil seperti Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Sementara itu, Gerindra sendiri bukan partai pendukung Jokowi. Di Pilpres 2019, Gerindra mendukung Prabowo Subianto, Calon Presiden yang menjadi rival politik Jokowi.

Jokowi menyatakan akan lebih banyak "wajah baru" yang mengisi posisi jabatan menteri dalam pemerintahan periode 2019—2024.

"Masih, masih banyak [yang petahana] tapi yang baru lebih banyak," kata Jokowi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia