Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi/Antara-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JOGJA—Polda Metro Jaya menangkap lima orang yang diduga merancang kericuhan saat demonstrasi pada Sabtu (28/9/2019). Mereka diduga menyiapkan sejumlah bom molotov. Satu di antara mereka berinisial AB, diduga dosen Institut Pertanian Bogor (IPB).
Selain AB, empat terduga lainnya yakni berinisial YF, AU, OS dan SS. Mereka diamankan di wilayah Kota Tangerang.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKBP Dicky Ario Yustisianto pun membenarkan penangkapan lima orang tersebut. Menurut Dicky, penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya.
"Polres hanya backup, semua giat dilakukan oleh Jatanras Krimum PMJ dan Densus 88. Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi," kata Dicky saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yowono mengatakan polisi masih mengonfirmasi atas kabar tersebut.
Suara.com, jaringan harianjogja.com, mendatangi ke rumah salah satu tersangka, di kawasan Perumahan Taman Royal, Kota Tangerang. Rumah itu milik SS. Hanya terdapat dua kendaraan roda empat yang terparkir di halaman rumah. Namun demikian, sekuriti setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku belakangan rumah milik SS dipantau beberapa orang yang diduga petugas kepolisian.
Sementara itu Ketua RT 7/16 Harry Novianto mengatakan saat rumah milik SS disambangi petugas kepolisian dirinya sedang tidak berada di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.