Korsel Denda Google dan Apple Rp866 Miliar soal Pembayaran Aplikasi
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). /Antara Foto- Rahmad
Harianjogja.com, BOYOLALI -- Satwa liar jenis monyet meresahkan warga Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Monyet yang masuk ke permukiman warga bahkan memasuki rumah untuk mengambil makanan.
Hal tersebut disampaikan salah satu warga Kampung Sidomulyo, Pulisen, Boyolali, Putri Maharani. Menurutnya, sejak tiga hari lalu ada beberapa monyet yang mengelilingi kawasan rumahnya.
“Biasanya datang antara pagi dan siang hari. Cukup meresahkan karena kera tidak takut dengan manusia. Pada pagi hari, anak-anak sekolah pun harus berkejar-kejaran dengan para monyet,” kata dia, di Sidomulyo, Selasa (17/9/2019).
Menurutnya, kera-kera itu tak segan masuk ke rumah warga untuk mencari makanan. Buah-buahan maupun tanaman warga juga menjadi sasaran.
Dia menjelaskan kera mendatangi beberapa rumah warga di Sidomulyo, Pulisen.
“Kalau ada yang menjemur nasi atau makanan lain, pasti langsung didatangi. Kera biasanya datang dalam rombongan. Satu rombongan kera bisa mencapai tiga ekor,” ujarnya.
Warga lainnya, Bambang Suprapto, mengatakan biasanya pada musim kemarau kera liar datang ke permukiman karena persediaan makanan dan minuman di dalam hutan habis.
“Kera liar itu sering juga masuk ke rumah warga dan mengambil makanan. Mereka langsung diusir namun kembali lagi mendatangi rumah warga,” tandas dia.
Saat didatangi di lokasi tersebut, Selasa siang, tidak terlihat kera yang mendatangi permukiman warga.
Saat dimintai tanggapan, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Junita Parjanti mengatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Merbabu dapat membuat satwa liar mencari area aman.
“Daerah Pulisen, Kecamatan Boyolali adalah daerah perkotaan. Satwa liar yang berkeliaran itu bukan akibat dari karhutla di Merbabu. Misalnya monyet ekor panjang berkeliaran di daerah Selo, Boyolali, bisa saja terjadi, karena Selo dekat dengan Merbabu,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Nur Hanifah, mengatakan saat ini belum mendapatkan laporan mengenai satwa liar yang turun akibat karhutla di Merbabu.
“Kami belum mendapatkan laporan apa pun mengenai monyet ekor panjang yang berkeliaran di Boyolali. Warga yang masih melihat satwa liar tersebut bisa menghubungi call center BKSDA Jateng,” kata dia.
Ia mengatakan ada dua kemungkinan monyet ekor panjang turun ke perkotaan di Kabupaten Boyolali. Pertama, monyet ekor panjang peliharaan warga sekitar lepas dan kabur. Kedua, akibat dari karhutla di Merbabu.
“Kedua kemungkinan itu bisa terjadi, saya minta kepada warga jangan membuang sisa makanan sembarangan. Sisa makanan tersebut dapat mengundang monyet liar untuk masuk ke permukiman warga. Perlu diketahui, monyet ekor panjang ini bisa mengigit manusia yang mengusik keberadaannya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.