Demonstran Pendukung RUU KPK Tak Tahu Nama Pimpinan KPK

Warga yang menamakan diri Srikandi Cinta Tanah Air menujukkan pin saat melakukan aksi ketika berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/9/2019). - Antara/Aprillio Akbar
15 September 2019 17:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Sejumlah perempuan yang mengaku mahasiswi dan mengatasnamakan Srikandi Cinta Tanah Air menggelar aksi solidaritas mendukung Revisi Undang-Undang (UUD) No 30/2002 tentang KPK di Bundaran Hotel Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019). Ironisnya, dua demonstran tak tahu nama pimpinan KPK.

Sejumlah perempuan itu kompak mengenakan kain batik dan pakaian berwarna merah bertuliskan Save KPK. Mereka berbaris membentangkan spanduk bertuliskan Dukung Revisi UU KPK yang Lebih Baik.

Selain itu, para perempuan itu membagikan gantungan kunci bertuliskan Dukung Revisi UU KPK kepada para pengunjung yang ada di sekitar Bundaran HI.

Ghazella dan Wulan adalah dua di antara para perempuan yang mengaku dari Srikandi Cinta Tanah Air yang ikut aksi dukung RUU KPK tersebut. Keduanya, mengaku ikut aksi solidaritas itu agar lembaga antirasuah tersebut lebih baik.

Keduanya pun mendukung salah satu poin dalam RUU KPK yakni pembentukan Dewan Pengawas KPK. "Saya mendukung sih adanya revisi Undang-undang KPK. Karena biar KPK itu enggak seenaknya," kata Ghazella. "Karena selama ini KPK itu bertindak seenaknya," ujar Wulan menimpali.

Kendati demikian, tampak ada yang aneh dari kritik dan masukan kepada KPK dari kedua perempuan muda itu. Tampak memahami isu terkait RUU KPK, namun keduanya justru tak tahu siapa pimpinan KPK saat ini.

Ketika ditanya awak media siapa pimpinan KPK saat ini, kedua perempuan itu bukannya menjawab, namun malah saling menatap sembari tersenyum. Begitu juga ketika ditanya pimpinan KPK yang baru saja terpilih dalam pleno Komisi III DPR RI. Keduanya hanya menggeleng.

"Enggak [tahu]," ujar keduanya kompak menjawab pertanyaan awak media.

Meski begitu, Ghazella dan Wulan mengklaim terlibat dalam Srikandi Cinta Tanah Air dukung revisi Undang-undang KPK atas kemauan sendiri. Keduanya mengaku tidak ada pihak yang mengkoordinasi atau menjanjikan sesuatu kepada mereka untuk ikut dalam aksi tersebut.

"Ada yang ngajak, kebetulan saya juga mau sendiri karena dukung revisi Undang-undang KPK," kata Ghazella.

Sumber : Suara.com