Latgab, Ajang Kolaborasi Senjata Tempur 3 Matra TNI

Sejumlah Helikopter membentuk formasin pada gladi bersih Latihan Gabungan (Latgab) TNI Dharma Yudha 2019 dari titik tinjau T.12 Pusat Latihan Tempur Korps Marinir di Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11/9/2019). - Antara Foto.
12 September 2019 12:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SITUBONDO--Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menggantikan Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak latihan gabungan TNI dengan sandi Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (12/9/2019).

Wiranto tiba di Situbondo pukul 07.40 WIB didampingi oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, serta tiga kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Wiranto hadir untuk menggantikan Jokowi yang dijadwalkan menjadi inspektur upacara dalam pemakaman Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis siang.

Dalam tinjauannya pada Rabu (11/9/2019), Hadi mengatakan latihan gabungan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dari satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, serta memperkuat kesiapsiagaan prajurit apabila diperlukan dalam melaksanakan operasi.

Selain itu, latihan yang berlangsung selama empat hari itu juga menjadi ajang menampilkan sepertiga alat-alat utama sistem senjata (Alutsista) terbaik dan terbaru yang dimiliki TNI, termasuk pesawat, drone dan tank.

Dia juga menambahkan bahwa latihan gabungan itu juga sebagai pengembangan dari sistem Network Centric Warfare yang tengah dibangun oleh TNI.

Hadi berpesan kepada para prajurit yang mengikuti latihan gabungan agar senantiasa meningkatkan semangat profesionalisme dalam menjalankan tugas operasi.

"Tunjukkan semangat untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan siap melaksanakan tugas apabila sewaktu-waktu diperintahkan," kata dia.

kegiatan latihan gabungan TNI 2019 yang digelar sejak 9 September 2019 hingga 12 September 2019 itu melibatkan 12.500 personel gabungan TNI dari tiga matra, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Adapun alutsista yang dikerahkan antara lain 12 unit tank Leopard, lima unit truk Transporter, enam unit meriam 76, satu unit KRI I Gusti Ngurah Rai - 332,16 unit pesawat F-16, enam unit SU 27/30, 18 pucuk Mortir-81, delapan unit Drone Arh, enam unit Rocket MLRS Grad, dan satu unit drone UAV CH-4.

Sumber : Antara