Serangan Drone dan Rudal Iran Hancurkan Data Center Amazon di Timur Tengah
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. /Ist- Dok DPR RI
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, yang wafat pada Rabu (11/9/2019) di Jakarta, dinilai pantas mendapatkan hadiah Nobel untuk jasa-jasanya. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fakhri Hamzah.
"Menurut saya, \'fair\' kalau orang seperti Pak Habibie mendapatkan hadiah Nobel karena beliau mampu menjaga demokrasi Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, di masa transisi pemerintahan," ujar Fahri di kediaman Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9/2019) dini hari.
Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie menduduki kursi presiden di salah satu masa terpenting bangsa Indonesia, yaitu mulai tahun 1998 sampai 1999.
Saat itu, Habibie yang menjabat Wakil Presiden menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri setelah berkuasa selama 32 tahun. Era peralihan ini dikenal sebagai masa reformasi.
BJ Habibie menduduki kursi Presiden sejak tanggal 22 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
"Hanya dalam waktu sekitar satu tahun tujuh bulan beliau dapat menyiapkan dengan baik kepemimpinan baru di Indonesia, baik legislatif maupun eksekutif. Beliau juga mampu menyelenggarakan pemilu yang diakui seluruh dunia. Pak Habibie sendiri dipaksa untuk maju menjadi calon presiden saat itu, tetapi dia menolak," kata Fahri.
Kemudian, dia melanjutkan, Habibie juga dengan piawai menjaga stabilitas ekonomi di masa kepemimpinannya yang singkat sebagai Presiden.
"Beliau membereskan ekonomi Indonesia sehingga masyarakat tak terlalu banyak yang mengantre sembako waktu itu," tutur Fahri.
Apa yang dilakukan Habibie, lanjut Fahri, tidak lepas dari kebesaran jiwa, kecerdasan otak, kebaikan hati dan kerjenihan pikirannya.
Oleh karena itulah, penting bagi semua elemen bangsa untuk mempelajari dan meniru sikap suami dari Hasri Ainun Besari yang juga warga negara kehormatan Jerman tersebut.
"Selain menyisakan duka, kepergian beliau pun mendatangkan semangat untuk mempelajari betapa besarnya bangsa kita dan betapa hebatnya peran seorang Habibie dalam transisi Indonesia," kata Fahri.
BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Jasadnya disemayamkan di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Wakil Presiden Ketujuh Republik Indonesia itu akan dikebumikan di samping pusara istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis (12/9/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Marc Marquez dan Jorge Martin sama-sama mengoleksi 274 poin jelang MotoGP Austria 2026. Simak jadwal GP Austria dan persaingan menuju gelar juara dunia
Timnas voli putri Indonesia menghadapi Jepang pada laga terakhir Pool A Asian Games 2026, Jumat (18/9). Simak jadwal dan peluang juara grup.
Apa itu Influenza A? Kenali gejala, masa inkubasi, cara penularan, risiko komplikasi, hingga tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.
Pieter Huistra memastikan PSS Sleman siap menghadapi Dewa United di Banten International Stadium pada Minggu (20/9/2026).
Leony Vitria resmi dilamar Charles Seaman pada 17 September 2026. Kabar ini menarik perhatian karena Leony dulu sempat mengaku tak ingin menikah.