Ada Penemuan Koin Kuno di Klaten, Dugaan Sementara dari Bangsa China Abad 10

Kondisi sebagian koin kuno yang ditemukan di lokasi penambangan galian C Dukuh Sidomuluk, Desa Tlogowatu, Kemalang, Klaten, masih utuh dengan ciri bagian tengah berlubang. (Istimewa)
07 September 2019 10:57 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN -- Uang koin kuno dengan berat total sekitar 7 kilogram (kg) ditemukan di lokasi pertambangan galian C Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten. Diduga, koin tersebut merupakan koin dari bangsa China abad ke-10 hingga ke-11.

Anggota bidang Humas dan Publikasi Klaten Heritage Community (KHC), Hary, memperkirakan koin itu berasal dari Dinasti Sung. Dinasti Sung merupakan salah satu dinasti yang pernah memerintah Cina sekitar 960-1279 Masehi. Dinasti Sung terbagi dua yakni Sung Utara dan Sung Selatan.

“Dari paleografi menunjukkan kata-kata Sung. Koin kuno dari China itu biasanya bertuliskan nama-nama kaisar mereka. Kalau koin dari Jepang itu identik dengan simbol-simbol negara,” kata Hary saat dihubungi Solopos.com, Jumat (6/9/2019).

Namun demikian, untuk memastikan asal koin itu dibuat perlu penelitian lebih lanjut. Dimensi koin serta jenis bahan yang digunakan bisa menjadi data pendukung.

Soal koin tersebut bisa sampai di Tlogowatu yang berada di lereng Gunung Merapi, Hary menduga ada banyak kemungkinan. Bisa jadi koin itu dibawa orang China yang berguru dengan seorang pendeta di lereng Merapi sebagai uang saku atau hadiah.

“Atau bisa saja pada masa lampau ada tokoh yang tinggal di sekitar kawasan itu pernah bertemu dengan tokoh dari Dinasti Sung. Jadi kemungkinannya banyak,” urai dia.

Dilihat dari kondisi koin yang terikat tali ijuk, Hary memperkirakan koin dibawa pada masa Mataram Kuno yang berkuasa antara abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Pada masa tersebut, harta dikelompokkan berjumlah 50 dan diikat.

“Nilai 50 itu kalau orang Jawa bilangnya seket. Asal-usul seket itu dari zaman Mataram Kuno. Jadi pada masa itu orang mengikat harta mereka dipisahkan dalam ikatan-ikatan. Setiap ikatan berisi 50 keping dan kerap dibawa sebagai bentuk persembahan,” jelas Hary.

Hary berharap temuan itu segera dilaporkan ke Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten atau Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

“Setiap peninggalan yang memiliki nilai pengetahuan lebih itu bisa menambah runtutan sejarah suatu daerah atau desa. Agar bisa ditelusuri lebih lanjut, saya harapkan temuan itu segera dilaporkan ke dinas terkait dan jangan diperjualbelikan,” kata dia.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbudpora Klaten, Purwanto, mengatakan segera menindaklanjuti informasi soal temuan koin kuno tersebut. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pemerintah Desa Tlogowatu ihwal temuan itu.

“Nanti kami data dulu temuannya apa dan di mana. Kami akan mendatangi lokasi. Sebenarnya kalau sesuai aturan itu, temuan benda cagar budaya itu wajib dilaporkan. Namun, dalam hal ini kami akan jemput bola,” kata Purwanto.

Koin kuno itu ditemukan di lokasi pertambangan galian C di Dukuh Sidomuluk, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. koin-koin itu ditemukan saat ekskavator dioperasikan untuk menyingkirkan bongkahan batu berukuran besar di lokasi pertambangan yang berada di lahan warga.

Koin ditemukan dalam kondisi berkelompok-kelompok terikat tali ijuk. Ciri-ciri koin berlubang pada bagian tengahnya dan terdapat ukuran yang identik dengan huruf mandarin.

Salah satu pekerja tambang, Marjono, mengatakan temuan koin kuno baru kali pertama terjadi di wilayah Tlogowatu. Saat ditemukan, sebagian koin sudah lapuk. Sementara koin yang masih utuh sebagian disimpan warga setempat.

“Kalau dari ceritanya, dulu Tlogowatu pernah digunakan untuk berlindung orang-orang Jepang,” kata dia.

Sumber : solopos.com