Perjalanan Wisnus Tembus 938,84 Juta hingga September 2026
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Ilustrasi penyusutan debit air sungai. (Antara-Siswowidodo)
Harianjogja.com, SEMARANG — Musim kemarau telah mencapai puncaknya. Di Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)mencatat kekerinan telah meluas hingga 28 kabupaten dan kota di Jateng. Saat ini terdapat 213 kecamatan yang dilanda kekeringan dan 843 desa yang terdampak kekeringan panjang.
Memasuk puncak kemarau di bulan Agustus lalu, setidaknya 545.851 kepala keluarga mengalami krisis air bersih. "Atau setara dengan 2.056.287 jiwa yang kekurangan pasokan air bersih," ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, Rabu (4/9/2019).
Untuk mengatasi kekeringan yang saat ini meluas ke 28 kabupaten dan kota, BPBD telah mendistribusikan sebanyak 9.741 tangki air bersih di beberapa daerah. Terdapat enam kabupaten yang menerima distribusi tangki air bersih sejak puncak Kemarau bulan Agustus lalu.
"Kabupaten Wonogiri mendapat 2.315 tangki, Purbalingga sebanyak 1.351 tangki, Kabupaten Banyumas mendapat 813 tangki, Grobogan mendapat 685 tangki, Sragen mendapat 679 tangki dan Blora mendapat 656 tangki," ujarnya.
Untuk wilayah lain, lanjut Sudaryanto, permintaan distribusi air bersihnya hanya skala kecil. Seperti Rembang, Demak, Jepara dan Brebes. Masing-masing kurang lebih 200 tangki air bersih.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan pernyataan Sudaryanto yang disampaikan medio Agustus lalu. Kala itu dia mengklaim penanganan kekeringan berjalan lancar sehingga tidak sempat ada krisis air bersih di provinsi ini.
Menurut kepala BPBD Jateng itu, selama ini penganan kekeringan masih berjalan normal sesuai rencana dan pemetaan yang telah dilakukannya. "Selama ini masih aman-aman saja, belum ada yang mendesak untuk kebutuhan air bersih di Jawa Tengah," kata Sudaryanto, Senin (12/8/2019) silam.
Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko menjelaskan ada sejumlah daerah saat ini sudah tidak lagi diguyur hujan lebih dari 60 hari. "Bahkan ada daerah yang lebih seratus hari yang belum terguyur hujan. Kita imbau kepada warga untuk menyiasati kondisi ini dengan memanfaatkan sumber mata air yang bisa didapatkan di telaga, irigasi sawah maupun sisa di embung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Paspor hilang dikenai biaya beban Rp1 juta di luar biaya paspor baru. Simak syarat, prosedur, dan ketentuan penggantian paspor.
Belanda berencana memangkas 25.000 posisi PNS hingga 2035. AI, penyederhanaan aturan, dan efisiensi birokrasi menjadi bagian dari strategi.
KPK menyita Rp2 miliar dari BR dalam penyidikan dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023.
Ambulans Yayasan Lazia Pioner LHI dilempar pemotor di Gamping, Sleman. Pintu kendaraan penyok dan polisi memburu terduga pelaku.
Kebiasaan menghadapi orang pesimistis bisa menguras emosi. Simak lima cara menjaga batasan dan suasana hati menurut psikolog.