Advertisement
Gus Yusuf Imbau Kader NU Tahan Emosi dalam Merespons Dugaan Penghinaan Banser
Ketua DPW PKB Jateng, Yusuf Chudlori, saat memberikan pengarahan kepada anggota DPRD Jateng di Gedung Berlian, Selasa (3/9 - 2019). (Semarangpos.com/Media PKB)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, meminta seluruh kader NU untuk menahan emosi atau berkepala dingin menyikapi kasus dugaan penghinaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Menurut pria yang juga pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi Magelang itu, kasus penghinaan Banser itu sudah dilaporkan ke Polda Jateng untuk ditindaklanjuti.
Advertisement
"Sebagai warga NU saya sangat tersinggung, tapi kita harus menjaga suasana kondusif dan berfikiran jernih," ujar Gus Yusuf dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Rabu (4/9/2019).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah (Jateng) itu menyatakan dukungan kepada GP Ansor Solo yang melaporkan kasus dugaan penghinaan itu ke aparat kepolisian.
BACA JUGA
"Langkah sahabat-sahabat GP Ansor Solo sudah tepat melapor ke Polda. Saya akan dukung laporan ini. Saya akan komunikasi dengan Pak Kapolda," imbuhnya.
Gus Yusuf menilai upaya GP Ansor Solo yang melaporkan kasus itu ke Polda justru akan menjernikan persoalan. Pelaporan itu akan membuat kejelasan kasus itu dan meredam emosi warga NU.
"Kita pasrahkan kepada Polda. Kita harus menghormati aparat penegak hukum. Semua pihak harus mengikuti proses hukum. Siapa yang menjadi pelakunya biar Polda yang memproses,” tegasnya.
Gus Yusuf juga menekankan agar semua pihak menjaga iklim yang kondusif, sertah menahan diri agar tidak saling memperkeruh keadaan di publik. "Sekali lagi kalau sudah di ranah hukum, kita hentikan saling serang di publik,” tegasnya.
Gus Yusuf mengatakan dalam waktu dekat ini ada beberapa agenda nasional yang akan digelar. Salah satuny adalah pelantikan Presiden terpilih pada Oktober nanti.
Ia pun berharap jangan sampai ada peristiwa yang membuat iklim dan situasi Tanah Air menjadi tidak kondusif. "Mari kita jaga iklim yang kondusif bersama-sama. Banyak persoalan rakyat yang harus segera diatasi pemerintah. Jangan coba membawa persoalan di daerah ke nasional," imbuh ulama berusia 46 tahun itu.
Sementara itu GP Ansor Solo kabarnya telah melaporkan dugaan kasus penghinaan itu ke Polda Jateng. GP Ansor Solo turut menyertakan bukti berupa video yang viral di media sosial terkait dugaan penghinaan Banser yang terjadi di Solo, Minggu (1/9/2019). Penghinaan itu diduga dilakukan seorang advokat berinisial (MT) saat acara Parade Ukhuwah di Ngarsopuro, Solo, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026, Hujan Ringan
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- SIM Menor hingga MPP, Ini Jadwal SIM Kulonprogo
- Perpanjang SIM Lebih Fleksibel, Ini Jadwal SIM Keliling Sleman
- Wisata Pantai Makin Mudah, Ada Bus KSPN Sinar Jaya
- Sleman Genjot Proyek KPBU Penerangan Jalan, Konstruksi Mulai 2027
- Jadwal SIM Keliling Bantul 23 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Cek Jadwal dan Tarif Bus DAMRI ke Bandara YIA
- Pemkot Jogja Gelar Lomba Mural di Pinggir Sungai Code, Ini Tujuannya
Advertisement
Advertisement



