Bandara Internasional Yogyakarta Bakal Untungkan Pariwisata Purworejo

Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5/2019). - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
31 Agustus 2019 21:57 WIB Eva Rianti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Yogyakarta International Airport diyakini tak hanya bakal menggeliatkan ekonomi di DIY, namun juga wilayah di sekitarnya. 

Kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dinilai akan mampu mendongkrak kinerja sektor pariwisata daerah Purworejo.

Potensi tersebut terlihat dari segi jarak antara bandara baru tersebut dengan Purworejo hanya sekitar 30 kilometer (km). Adapun, pasarnya juga cukup luas, YIA mampu menampung 20 juta penumpang per tahun.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pembenahan sejumlah destinasi wisata yang ada di Purworejo. Dia berharap keberadaan YIA bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata di daerah tersebut.  

“Kami sedang bersolek dan merenovasi objek wisata, contohnya DeLoano dan ada juga beberapa pasar yang semuanya buka saat liburan, seperti Pasar Menoreh. Pasar itu menjajakan jajanan khas Purworejo,” ujarnya di sela acara Pagelaran Wayang Kulit sekaligus kunjungan Presiden Joko Widodo untuk kesiapan infrastruktur YIA di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, seperti dikutip dari siaran resmi, Jumat (30/8/2019).

Pemerintah menargetkan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tersebut akan rampung pada 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan sasaran dari pembangunan destinasi wisata tersebut adalah wisatawan milenial yang menyukai jenis wisata pengalaman baru.

Selain itu, lanjutnya, objek wisata yang viral di media sosial alias wisata digital juga sangat digemari oleh wisatawan milenial.

“Jadi sasaran akhirnya sebenarnya milenial, ternyata 50 persen yang datang ke Indonesia itu milenial yang salah satu kesukaan mereka berkaitan dengan pengalaman baru, yang kedua digital. Jadi destinasi seperti ini menurut kita biasa tapi menurut milenial tidak,” ungkapnya. 

Sumber : Bisnis.com