Habib Nasionalis Sholeh al Muhdar Meninggal Dunia, PDIP Berduka

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berkemeja putih) - Dok. PDIP
31 Agustus 2019 10:37 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Habib Sholeh al Muhdar meninggal dunia. Keluarga besar PDIP berduka dan kehilangan atas meninggalnya Habib Soleh.

“Kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam.  Habib Sholeh bin Hasan al-Muhdar selama ini selau bersama PDI Perjuangan. Beliau pada saat kampanye pilpres menjadi jembatan yang sangat baik antara Tim Kampanye KH Ma’ruf Amin dengan tim PDI Perjuangan,” ujar Sekjen PDIP hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/8/2019).

Habib Sholeh meninggal di  Situbondo, Kamis (30/8/2019).

“Kami berdoa dengan tulus, semoga almarhum dilapangkan alam kuburnya dan mendapatkan tempat terbaik di Sisi Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Habib Sholeh adalah sosok ulama muda yang malang melintang mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Bersama Gus Dur dan para ulama NU, ia terus menggelorakan keislaman yang ramah, moderat, dan toleran.

Hampir setiap saat ia bersilaturahmi dengan para habib, kiai, dan ulama, menggaungkan cinta pada Tanah Air. Ia pun sangat dekat dengan kalangan nasionalis, karena menurut almarhum, Islam dan nasionalisme tak boleh dibentur-benturkan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Habib Sholeh bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia memastikan bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis yang dekat dengan habaib, kiai, dan ulama.

Habib Sholeh menjadi mediator PDI Perjuangan dengan para habaib dalam rangka memastikan bahwa PDI Perjuangan sangat dekat dengan habaib dan umat Islam.

“Habib Sholeh hadir sepeti halnya pejuang kemanusiaan, pendekar penuh belas kasih. Selalu tangan terbuka menolong siapapun tanpa mengenal lelah. Almarhum selalu hadir dalam safari kebangsaan yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan selama Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif,” tambah Hasto.

Selama Pemilu Presiden, Habib Sholeh juga keliling ke kampung-kampung menjelaskan bahwa Jokowi adalah pemimpin yang dekat  dengan umat Islam dan pesantren. Sebagai sosok yang dekat dengan Kiai Ma'ruf Amin, almarhum juga menyampaikan program-program keumatan yang akan diemban dalam 5 tahun mendatang.

 

Sumber : Bisnis.com