AC Milan Kalahkan Udinese 2-0, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JAKARTA - Tagar #UsirGrab dan #UninstallGrab mulai ramai di bicarakan warga net sejak muncunya penolakan dari pendiri Big Blue Taxi Malaysia Shamsubahrain Ismail.
Tagar tersebut menggema karena perusahaan ride hailing pesaing Gojek itu memang didirikan di Malaysia dan di miliki Anthony Tan, pria kaya yang juga berasal dari Malaysia.
Salah satu warga net @digebuk mengungkapkan kekesalannya karena tidak terima Indonesia disebut sebagai negara miskin "Sedih ya, dibilang negara miskin. Padahal buat Grab, Indonesia pasar paling besar loh. Giliran yang bagus2 semua diakui punya Malaysia #usirgrabdariIndonesia #UninstallGrab biar aja @gojekindonesia yg kuasai pasar ojol Indonesia" cuitnya.
Akun @GuritnaPramana bahkan menilai bahwa pekerjaan menjadi driver ojol bukanlah pekerjaan yang patut dihina "Jadi Driver itu bukan pekerjaan Bodoh, tapi lebih mulia daripada mengerjakan sesuatu yang tidak halal. ayo ramaikan hastag #usirgrabdariIndonesia . biarkan karya-karya anak bangsa aja yang beroperasi di Indonesia"
Pengamat Ekonomi asal Medan, Gunawan Benyamin menyesali pernyataan pendiri Big Blue Taksi Shamsubahrain Ismail. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai melecehkan masyarakat Indonesia.
Gunawan mengatakan perusahaan taksi tersebut tidak siap mendapatkan pesaing baru, yaitu Gojek. Tidak seharusnya pendiri taksi Malaysia menilai pekerjaan menjadi mitra ojek online adalah pekerjaan hina.
“Sangat disesalkan ada pernyataan yang melecehkan masyarakat indonesia. Yang menurut hemat saya, pernyataan tersebut lebih cenderung karena taksi di malaysia mendapatkan pesaing baru dari Gojek. Memang, pernyataan tersebut tidak hanya ditujukan pada Indonesia saja, yang disebutkan rakyatnya miskin. Ada beberapa negara lain yang juga disebutkan,” katanya dalam rilisnya.
Gunawan berkomentar pemerintah seharusnya mengedepankan azas keadilan. Sebab, perusahaan ojek online Grab milik Malaysia diperbolehkan beroperasi di Indonesia.
“Dan bisnis Grab kan juga masuk ke ranah bisnis transportasi menggunakan sepeda motor. Pemerintah Malaysia seharusnya bersikap fair di situ. Dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Malaysia sudah tepat dengan mengizinkan Gojek untuk beroperasi di sana,” sebutnya.
Disampaikan Gunawan, kehadiran Gojek di Malaysia justru akan menciptakan pekerjaan bagi semua pihak. Gunawan memperhitungkan Gojek akan tetap menjadi pilihan pekerjaan di sana.
“Kehadiran ojek online atau Gojek di sana akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang cepat dan efisien serta terjangkau dibandingkan dengan naik taksi. Ya selama memberikan benefit bagi mitra ataupun konsumennya, tentu Gojek menjadi pilihan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Gunawan menyebutkan Gojek memiliki manfaat besar untuk Malaysia. Dia mencontohkan jika masyarakat Malaysia ingin mengirimkan barang kecil yang berada di pelosok rumah, tentu kehadiran Gojek akan sangat membantu.
“Bayangkan untuk mengirim barang yang kecil, di pelosok rumah, atau hanya satu orang saja yang ingin berpergian dalam jarak pendek, tentunya Gojek jadi pilihannya,” ucapnya.
Gunawan menduga, taksi Malaysia khawatir akan mengalami kerugian jika Gojek masuk ke Malaysia. Sehingga pernyataan melecehkan tersebut terlontar dari pendiri taksi Malaysia.
“Memang akan menjadi masalah bagi pemilik taksi disana. Yang sudah bisa diperhitungkan bakal merugi karena kehadiran Gojek. Jadi tetap tenang dan jangan terlalu berlebihan merespon pernyataan yang melecehkan kita di sini,” ucapkan.
Ditanya perihal aksi seruan boikot Grab, Gunawan mengatakan itu adalah hal yang wajar. Masyarakat Indonesia hanya memberikan respon rasional atas ucapan pelecehan dari pendiri taksi Malaysia.
“Kalau untuk sebutan miskin, ini relatif ya. Seorang freshgraduate di indonesia yang digaji sekitar Rp6 juta per bulan, ini daya belinya nggak jauh berbeda dengan freshgraduate di Eropa yang digaji Rp80 jutaan. Jadi tolak ukurnya itu ada. Di Singapura orang berpendapat dikatakan menengah ke atas jika punya gaji di atas 4000 SGD, sekitar Rp40 jutaan ke atas,” jelasnya
.
“Kita nggak perlu sampai segitu, cukup gaji di atas Rp4 juta, alhamdulillah udah bisa menikmati hidup. Karena memang biaya hidup di Singapura maupun Malaysia memang jauh lebih mahal. Roda ekonomi itu berputar, lihat China hari ini dan bandingkan 40 tahun lalu. Jadi tidak ada kata lain selain kita support Gojek untuk go internasional. Ini produk nasional yang go internasional,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo. Gol Fornazari menit ke-86 belum mampu menyelamatkan Super Elja.
Pangdam XXVI/Mataram menargetkan pembangunan markas permanen di Godean, Sleman, segera diproses setelah tahapan administrasi dan persiapan tuntas.
Persib Bandung menjamu Melbourne Victory pada 28 Oktober 2026 di ACL 2. Simak jadwal, posisi klasemen Grup E, dan informasi siaran langsung.
Moh Zaki Ubaidillah naik ke peringkat 25 dunia setelah menjadi runner-up French Open 2026. Leo/Daniel juga menembus 20 besar ranking BWF.
Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura absen dari Miss Universe 2026 di tengah perselisihan hak waralaba.