Jaksa Kejari Solo yang Terlibat Dugaan Korupsi Proyek Lelang Rp10 M di Jogja Ternyata Dermawan

Petugas menunjukkan barang bukti suap disaksikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/8 - 2019). KPK menetapkan tiga tersangka dugaan suap proyek Dinas PUPKP Kota Jogja 2019, yaitu Jaksa Kejari Jogja Eka Safitra, Jaksa Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono, dan kontraktor asal Solo Gabriella Yuan Ana. (Antara / Rivan Awal Lingga)
21 Agustus 2019 16:17 WIB Ichsan Kholif Rahman News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Salah satu jaksa yang terkait dugaan korupsi proyek lelang senilai Rp10 miliar di Kota Jogja yakni Satriawan Sulaksono.

Jaksa Kejaksaan Negeri Kota Solo, Satriawan Sulaksono, selama ini dikenal sebagai sosok yang dermawan di tempat tinggalnya di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Satriawan Sulaksono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebagai penerima gratifikasi proyek perbaikan gorong-gorong di Kota Jogja.

Ketua RT setempat, Sarjo Handoyo, saat ditemui solopos.com-jaringan Harianjogja.com di kediamannya, Selasa (20/8/2019) malam, membenarkan Satriawan Sulaksono merupakan warganya.

Menurutnya, berbagai sumbangan telah Satriawan Sulaksono berikan seperti seragam untuk kepentingan kampung dan sebuah pos ronda.

“Satriawan Sulaksono sosok yang sangat ramah dengan tetangga. Dia sangat aktif bersosialisasi dengan warga dalam kegiatan apa pun. Saya tidak menyangka kalau Satriawan Sulaksono berurusan dengan KPK,” ujarnya.

Sarjo menambahkan jaksa Satriawan Sulaksono sekitar tiga tahun tinggal di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu. Meskipun seorang pendatang, Satriawan Sulaksono mudah bergaul dengan keramahannya.

Ia mengaku kali terakhir melihat Satriawan Sulaksono pada perayaan HUT ke-74 RI dan Iduladha. 

Sumber : Okezone.com