Advertisement
Alokasi Belanja Kementerian Lebih Besar, Komitmen Pemerintah Bangun Kawasan Pinggiran Makin Diragukan
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Komitmen pemerintah dalam pembangunan ke daerah pinggir makin diragukan karena besarnya alokasi belanja kementerian dan lembaga dibandingkan dengan belanja transfer ke daerah dan dana desa.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan, dalam RAPBN 2020, belanja K/L direncanakan Rp884,5 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan belanja transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp858,8 triliun.
Advertisement
"Belanja K/L tetap dominan sementara belanja daerah cenderung stabil, pusat masih dominan," jelas Tauhid di Kantor Indef, Senin (19/8/2019).
Dia menilai perencanaan anggaran hingga pengawasan APBN 2014 sampai APBN 2019 selalu menyatakan keberpihakan kepada daerah pinggiran. Namun hal itu belum tercermin dalam postur anggaran ke daerah pada RAPBN 2020 di mana belanja transfer ke daerah masih rendah.
BACA JUGA
Tauhid menegaskan, agar pembangunan ke depan Indonesia jangan menghabiskan porsi terbesar untuk belanja K/L dan belanja pegawai.
Pasalnya, dalam RAPBN 2020, proporsi belanja pegawai meningkat 24,9%. Ini lebih tinggi dibandingkan dengnan 2019 sebesar 24,6%, atau pada 2015 sebesar 23,8%. Sementara itu, porsi belanja modal juga cenderung menurun.
Dalam RAPBN 2020 belanja modal hanya 11,2%, turun dibandingkan dengan outlook APBN 2019 sebesar 11,4%. Asal tahu saja, belanja modal ini bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan 2015 yang sempat mencapai 18,2%.
"Jadi jangan sampai kita tersandera oleh belanja pegawai," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Disdukcapil Bantul Cetak 400 KTP per Hari, Stok Blanko Masih Aman
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- GWU 12 Kembali Digelar, Hadirkan Strategi Tangguh untuk Pengusaha
- Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi di Awal 2026
- Gempa Bumi M 5,9 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, Ini Data BMKG
- Kampanye Bahaya Judol di Tingkat Kalurahan Melalui Bedah Buku
- Lille dan Metz Imbang 0-0, Calvin Verdonk Nyaris Ciptakan Assist
- SIM Keliling Gunungkidul 7 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
- Bus KSPN Malioboro-Baron Kembali Layani Wisatawan, Ini Jadwal Sabtu
Advertisement
Advertisement



