Advertisement
FLPP untuk Rumah Bersubsidi Hampir Habis
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), di Jakarta, Rabu (2/1/2018). - JIBI/Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. akan meluncurkan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memenuhi kebutuhan kredit pemilikan rumah bersubsidi.
Direktur utama Bank BTN Maryono mengungkapkan, kuota perusahaan dalam menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tinggal sedikit. Untuk tetap mendorong pertumbuhan kepemilikan rumah bersubsidi, BTN sedang menyiapkan skema lain.
Advertisement
“Kami sedang menyiapkan, mudah-mudahan bisa bulan ini diluncurkan skema BP2BT karena kuota FLPP tinggal sedikit,” ujarnya kepada Bisnis di Universitas Diponegoro, Minggu (18/8/2019).
BPB2BT merupakan skema KPR dengan subsidi uang muka hingga 40% atau Rp32,4 juta untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Adapun, tingkat bunga disesuaikan dengan kredit di tingkat pasar.
Lama tenor KPR sama seperti FLPP, yakni 20 tahun. BPB2BT juga memiliki keunggulan lain dari FLPP, yakni skema tersebut bisa digunakan untuk pekerja di sektor informal, asalkan sudah memiliki riwayat tabungan yang memadai.
“Uang mukanya itu berupa hibah, bisa sampai 40 persen. Kita besarkan pembayaran DP-nya, bunganya nanti sesuai pasar,” imbuhnya.
Maryono menuturkan dengan adanya skema BP2BT, diharapkan target KPR BTN pada tahun ini sebanyak 800.000 unit dapat terwujud. Perinciannya 600.000 unit rumah bersubsidi, dan 200.000 unit rumah komersil.
Pada semester I/2019, penyaluran kredit BTN telah mencapai 424.863 unit rumah atau senilai Rp36,42 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 53,1 persen dari target yang dicanangkan perusahaan pada tahun ini.
Di segmen subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 328.192 unit rumah senilai Rp19,7 triliun. Untuk segmen nonsubsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit atau setara Rp16,72 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakpus Diselidiki Polisi
- Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
- Trump: Mojtaba Khamenei Diduga Masih Hidup Meski Terluka
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
Advertisement
Advertisement







