Bawa Gambar Logo ISIS, Pembacok Polisi di Surabaya Ternyata Penjual Sempol

Ilustrasi pembacokan. - JIBI
18 Agustus 2019 05:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA- Identitas pelaku pembacokan dua polisi di Markas Polsek Wonokromo Kota Surabaya Jawa Timur mulai terungkap.

Terduga pelaku yakni Imam Mustofa (31) sehari-hari dikenal sebagai penjual jajanan ringan.

Menurut pengakuan Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo, Surabaya-Jawa Timur, Ainun Arif, bahwa Imam Mustofa kesibukan sehari-harinya berjualan sempol.

"Dulu bekerja cleaning services, sekarang dia (pelaku) berjualan sempol di depan sini," ujar Ainun pada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (17/8/2019).

Selain sempol, ia juga menitipkan jajanan di beberapa warung, dekat tempat indekosnya, daerah Sidosermo gang 1.

"Sering titip jajanan makaroni juga disini. Tak hanya disini, di warung lainnya juga menitipkan makaroninya," imbuhnya.

Untuk diketahui, Imam Mustofa merupakan terduga pelaku pembacokan di Mapolsek Wonokromo. Sebelum melakukan aksinya, ia berpura-pura membuat laporan ke Mapolsek Wonokromo. Kemudian dengan tiba-tiba, Imam mengeluarkan senjata tajam dan membancok dua anggota mapolsek yang berjaga dengan senjata tajam, pada pukul 17.00 WIB

Dari barang bawaan pelaku, polisi menemukan sebilah pisau penghabisan, satu celurit, satu ketapel dengan amunisi kelereng, satu senjata api gas gun hitam, satu kaus warna hijau dan juga satu lembar setengah kertas berlogo ISIS.

Sumber : Suara.com