Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Petinggi Gerindra blak-blakan menyebut siapa \'penumpang gelap\' yang dianggap menunggangi mantan capres Prabowo Subianto untuk membuat Indonesia chaos.
Sosok misterius \'penumpang gelap\' di pihak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pemilihan presiden (pilpres) 2019 tengah menjadi buah bibir di media sosial.
Pendapat dari para politikus pun mengalir deras. Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri memaklumi isu penumpang gelap tersebut. Hal itu, kata dia, biasa dalam politik.
Pernyataan itu disampaikan Rachmawati sekaligus untuk menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade yang mengatakan ada penumpang gelap yang memanfaatkan Prabowo Subianto dan bertujuan membuat situasi Indonesia kacau.
"Ya itu memang biasa di dalam suatu dinamika atau di dalam yang dikatakan sebagai parpol ya," ujar Rachmawati di Grand Sahid Hotel, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Menurut Rachmawati, penumpang gelap itu tidak hanya ditemukan dalam satu partai politik, namun ada di mana-mana.
"Jangankan di partai politik, di mana-mana juga biasa saja gitu, ada yang namanya penumpang gelap, ada orang yang artinya yang kaki kanannya di sana kaki kirinya di sini itu biasa gitu lho," kata dia.
Meski demikian Rachmawati menyebut pihaknya akan mewaspadai agar cita-cita atau visi misi Partai Gerindra berjalan dengan baik.
"Tapi kita insya Allah kita tetap mewaspadai supaya apa yang menjadi cita-cita atau visi-misi partai ke depan itu bisa berjalan dengan baik," ucap Rachmawati.
Poyuono sebut HTI
Lain halnya dengan Rachmawati yang memaklumi, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono meminta penumpang gelap tersebut hengkang dari partainya.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Kompas TV Arief Poyuono juga membuka sosok penumpang gelap yang dimaksud.
Menurut dia, penumpang gelap merupakan sosok yang kecewa gara-gara Prabowo dan Gerindra kini dekat dengan Presiden Joko Widodo dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Arief Poyuono menyebut, salah satunya organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebagai penumpang karena sempat ikut dalam tim pemenangan Prabowo dan Sandiaga Uno.
"Kelompok-kelompok penumpang gelap itu kan banyak. Waktu itu kan sudah banyak, misalnya, beberapa tokoh-tokoh HTI yang ikut pemenangan Pak Prabowo dan Sandiaga Uno," ujar Arief Poyuono seperti dikutip Suara.com, Senin (12/8/2019).
"...tapi saya tidak mengatakan mereka negatif, artinya mereka sukarela waktu itu bergabung karena mereka memiliki perjuangan yang sama, ketika HTI dibubarkan. Mereka menjadikan Jokowi sebagai musuh bersama."
Pun Arief Poyuono mempersilakan \'penumpang gelap\' itu untuk keluar dari barisan Prabowo dan Gerindra.
"Ya silakan keluar. Ya sudah keluar ya. Mereka tidak perlu lagi mengacaukan," ujar Arief Poyuono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.