Kemenhub Pantau Dampak Insiden Riyadh terhadap Penerbangan RI
Kemenhub memantau dampak insiden keamanan Riyadh terhadap penerbangan internasional. Penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih normal.
Sejumlah bendera Merah Putih terlihat di sekitar lokasi kedatangan Presiden Joko Widodo di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/8/2019). /Antara Foto.
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad direncanakan melaksanakan ibadah salat Jumat bersama di Malaysia.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran pers Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kementerian Sekretariat Negara sebagaimana dikutip Antara Jumat, menyebutkan kedua pemimpin tersebut selama ini dikenal sebagai tokoh yang ingin menunjukkan wajah Islam yang membawa kedamaian.
“Kalau kita melihat ketokohan Tun dan Presiden Jokowi, maka kita melihat bahwa kedua pemimpin ingin terus menonjolkan the true color, the face of Islam yang damai, Islam yang toleran, dan salat Jumat bersama ini juga akan memperkokoh tali silaturahmi di antara kedua pemimpin tersebut,” katanya.
Sebelumnya setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Malaysia.
Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa keduanya mendarat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/8/2019) pukul 19.40 waktu setempat.
Setibanya di bandara, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disambut oleh Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad bin Sabu beserta Ibu Normah Alwi, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana beserta Ibu Lesien Rusdi Kirana.
Selain itu Atase Pertahanan Republik Indonesia di Malaysia Kolonel Inf Tri Andi Kuswantoro beserta Ibu Renny Suspa Dhianti, serta Wakil Kepala Protokol Negara Malaysia Fransisco Munis. Di bawah tangga pesawat, Ibu Iriana menerima bunga tangan dari Ibu Normah Alwi.
Dari bandara, Presiden dan rombongan menuju hotel tempatnya menginap selama berada di Malaysia. Saat tiba di hotel, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang telah tiba terlebih dahulu.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang memberikan keterangan setibanya Presiden di Malaysia mengatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan serupa yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, pada Juni tahun lalu.
“Kalau teman-teman ingat, Indonesia pada saat itu adalah negara tujuan pertama yang dikunjungi Tun setelah Tun dilantik menjadi perdana menteri,” ujarnya di Hotel Grand Hyatt, Kuala Lumpur, Malaysia.
Retno menjelaskan bahwa dalam pertemuan yang direncanakan akan dilakukan Jumat ini, Presiden Jokowi dan PM Mahathir akan membicarakan sejumlah isu seperti perlindungan WNI hingga soal produk kelapa sawit kedua negara.
Selain Menteri Luar Negeri serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, turut pula Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Krishna KU Hanna beserta Ibu Lim Fatimah, Konsulat Jenderal Johor Bahru, Kota Kinabalu, Tawau, Kuching Sarawak, dan Penang, serta sejumlah koordinator fungsi KBRI Kuala Lumpur menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub memantau dampak insiden keamanan Riyadh terhadap penerbangan internasional. Penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih normal.
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez dan menyoroti tekanan ban.
Mural pelajar Jogja dalam HUT ke-270 Kota Jogja mengangkat budaya, kebersihan sungai, dan persoalan sampah melalui karya penuh pesan.
Speedtest Global Index Agustus 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.