Asyik, Adi Soemarmo Kini Punya Stasiun Kereta Api

Peron Stasiun Bandara Soemarmo di lantai III sudah rampung 100%, Rabu (24/7/2019). (Solopos - FaridaTrisnaningtyas)
25 Juli 2019 08:57 WIB Farida Trisnaningtyas News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI--Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah kini memiliki bangunan stasiun kereta api (KA). Namun stasiun tersebut saat ini masih menunggu pembangunan jalur rel sehingga belum dapat dioperasikan.

Pembangunan jalur rel itu menjadi tanggung jawab Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah I Jawa Tengah di bawah naungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Secara fisik bangunan Stasiun Bandara Adi Soemarmo sudah rampung 100% sejak Oktober 2018 lalu. Kini tinggal menunggu penyelesaian jalur kereta apinya,” ujar Project Control Stasiun Bandara Adi Soemarmo dari PT Pembangunan Perumahan (PP), Rizky Ramadiansyah, kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Rizky menambahkan Stasiun Bandara Adi Soemarmo ini berdiri di lahan seluas 5.000 meter persegi. Ada pun bangunannya terdiri atas tiga lantai. Lantai I sebagai lobi dan loket tiket (ticketing), lantai II tempat turun penumpang atau ruang tunggu yang terkoneksi dengan terminal keberangkatan Bandara Adi Soemarmo, dan lantai III sebagai peron KA bandara.

Penumpang kereta api nantinya turun di peron lantai III. Bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan dengan pesawat dan sudah melakukan self check in tinggal turun ke lantai II.

Penumpang kemudian melewati security check point 2 menuju terminal keberangkatan. Penumpang yang belum self check in bisa melakukan check in dan memasukkan bagasi dengan turun ke lantai I.

“Kemungkinan nanti di lantai II ada pengecekan lebih lanjut bagi penumpang pesawat atau sekadar penumpang kereta saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo tengah merampungkan terminal baru yang bakal difungsikan sebagai terminal keberangkatan baik penerbangan domestik maupun internasional.

Human Capital and General Affair Section Head Bandara Adi Soemarmo, Dedy Suwastono, mengatakan terminal yang terintregasi dengan kereta bandara ini bakal beroperasi 1 Agustus 2019 mendatang.

“Pembangunan tinggal finishing. Terminal baru ini memiliki counter check in lebih banyak dibanding terminal lama, yakni dari 18 menjadi 26 counter. Sedangkan kapasitas ruang tunggu bisa memuat sekitar 700 penumpang,” paparnya.

Engineering Architect PT PP yang menggarap proyek terminal baru, Herren W.S., mengatakan pengerjaannya sudah 92%. Sisanya adalah merenovasi terminal lama yang bakal digarap setelah boyongan ke terminal baru.

Terminal lama bakal difungsikan untuk terminal kedatangan. Selain itu, finishing ruang tunggu atau boarding lounge.

“Desain terminal baru ini yang khas dan berbeda dengan bandara lainnya. Kami mengedepankan sentuhan tradisional dengan ornamen-ornamen motif batik. Baik penggunaan lantai motif batik, hiasan dinding dengan bekas alat batik cap, hingga motif gunungan pada jendela kaca,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan menyebut pembangunan jalur KA Bandara Adi Soemarmo sudah mencapai 81,3%. Dirjen Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Danto Restyawan, mengatakan pembangunan ditargetkan selesai tahun ini.

Jalur kereta api akses Bandara Adi Soemarmo ini memiliki panjang 13,5 kilometer yang nantinya menghubungkan Stasiun Solo Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo. “Oktober kami selesaikan, tapi kami usahakan awal bulan tersebut sudah beroperasi,” jelasnya.



Sumber : Solopos.com