Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SIDOARJO--Polresta Sidoarjo masih mendalami pembuat dokumen palsu untuk anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan, pelaku penipuan yang tertangkap di Sidoarjo pada Senin (22/7/2019) dan Selasa (23/7/2019).
Kanit Pidum Polresta Sidoarjo Iptu Hafid Dian Maulidi di Sidoarjo mengatakan tersangka Imam Dhofir alias Bambang Supeno, 54, yang merupakan pimpinan sindikat penipuan perekrutan anggota BIN gadungan mendapatkan dokumen dari rekannya di Solo, Jawa Tengah.
Imam Dhofir membayar Rp100.000 untuk mendapatkan pengenal anggota BIN, surat pinjam pakai senjata, surat pengangkatan dan surat perintah yang semuanya dibubuhi tanda tangan Kepala BIN dan berstempel.
"Sebatas keterangan akan kami kembangkan, kalau barang bukti ada dan ditemukan bisa mengarah jadi tersangka juga," kata Hafid.
Diduga pembuat dokumen palsu dari Solo itu juga yang membuat dokumen-dokumen palsu lainnya untuk korban yang direkrut Imam Dhofir dan rekannya anggota BIN gadungan, Sunarto.
Sementara, dua tersangka yang ditangkap adalah Sunarto asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dan Imam Dhofir alias Bambang Supeno asal Jalan Bhayangkara, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Bandar Lampung.
Penangkapan berawal pada saat tersangka Sunarto berkenalan dengan tersangka Imam Dhofir, yang mengaku bernama Bambang Supeno, anggota BIN. Selain dua tersangka itu, polisi juga melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lagi berinisial AL yang juga melakukan penipuan merekrut anggota BIN gadungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.