Polres Jepara Tahan Pengasuh Ponpes Kasus Kekerasan Seksual
Polres Jepara menahan pengasuh ponpes kasus dugaan kekerasan seksual dengan modus nikah siri fiktif terhadap seorang pelajar.
Warga berfoto di Taman Srigunting, kawasan Kota Lama, Semarang, Sabtu (29/6/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)
Harianjogja.com, SEMARANG – Kawasan Kota Lama Semarang memang menyimpan segudang cerita. Tiap bangunan di kawasan itu memiliki kisah sejarah peninggalan zaman kolonial.
Salah satunya, yakni Taman Srigunting yang terletak di sebelah timur Gereja Blenduk. Taman yang saat ini kerap digunakan sebagai lokasi berfoto itu memang terlihat nyaman. Apalagi, banyak tumbuh-tumbuhan di taman itu sehingga memberikan kesan teduh dan sejuk.
Namun siapa sangka, pada zaman kolonial Belanda Taman Srigunting kerap digunakan sebagai lapangan parade militer.
Lapangan parade atau dalam bahasa Belanda yakni paradeplein merupakan tempat bagi para tentara Belanda untuk berkegiatan militer. Lapangan itu kerap digunakan tentara Belanda berlatih baris-berbaris, upacara, maupun latihan militer.
Dulu, saat digunakan kegiatan militer tentara Belanda, Taman Srigunting cukup luas. Bahkan mencakup tanah yang kini digunakan bangunan Gedung Kerta Niaga, yang terletak tepat di sisi timur taman.
Penggiat sejarah Semarang, Rukardi Achmadi, mengatakan lapangan parade itu dibangun saat VOC melakukan perluasan benteng. Perluasan dilakukan karena bertambahnya aktivitas dan perkembangan situasi.
“Jadi sejarahnya dulu Kota Lama itu adalah benteng pertahanan VOC. Bentuknya segilima kecil, bukan seluas sekarang. Awalnya, sekitar tahun 1690-an Belanda memindahkan pusat pertahanan dari Jepara ke Semarang. Jadi dibangunlah benteng di dekat Jembatan Berok. Benteng VOC kala itu sering disebut benteng lima sudut,” ujar Rukardi kepada wartawan di Semarang, Kamis (11/7/2019).
Di dalam lapangan parade tersebut dulu juga terdapat fasilitas yang bisa digunakan masyarakat Belanda, seperti sumur artetis, tugu reklame, dan gazebo untuk bermain musik.
Taman Srigunting, lanjut Rukardi, mulai dibangun akhir 1970 hingga awal 1980-an. Namun, kala itu taman belum bisa diakses untuk umum.
“Awalnya taman itu merupakan taman statis, tidak bisa diakses masuk. Hanya sebagai paru-paru kota. Dulu [taman] Tugu Muda juga sama, enggak terbuka untuk umum,” ujarnya.
Baru pada tahun 2004, mulai dibangun jalan setapat yang berada di empat penjuru taman. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa menikmati keindahan taman yang menjadi salah satu ikon Kota Lama Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Manchester City menang 5-3 atas Sunderland pada pekan kelima Liga Inggris 2026/27. Semenyo cetak dua gol, Brobbey hattrick.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Basarnas menggunakan ROV untuk memetakan bagian dalam KM Virgo Transport 8 sebelum penyelam melanjutkan pencarian 125 korban yang belum ditemukan.
Atletico Madrid menang 2-1 atas Real Madrid dalam Derby Madrileno. Kartu merah Dean Huijsen mengubah jalannya laga dan posisi klasemen La Liga.