Bamsoet Sebut Ada Upaya Aklamasi dalam Pemilihan Ketua DPP Golkar

Ketua DPR Bambang Soesatyo memberikan paparan sebelum pencatatan perdana saham perseroan di Galeri BEI, Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
08 Juli 2019 14:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Partai Golkar akan mengganti kepengurusan tahun ini. Calon orang nomor satu baru Ketua Umum Airlangga Hartato yang menyatakan diri. Sementara Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet digadang-gadang menjadi penantang.

Bambang mengatakan bahwa hari ini dia kedatangan dukungan dari pengurus di Aceh. Sebelumnya juga ada dari Sulawesi Selatan yang beberapa mendukung Airlangga.

“Jadi memang di Golkar ini cair. Dukung sana dukung sini biasa aja. Tapi kan nanti ujungnya adalah di pemilihan langsung di arena munas [musyawarah nasional],” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Bambang menjelaskan bahwa bersyukur ada yang berani untuk mencegah terjadinya mobilisasi dukungan untuk politik aklamasi.

“Ya kita melihat ada indikasi ke arah sana menurut saya seperti praktik yang terjadi sebelumnya. Ini tidak boleh. Di Golkar tidak terbiasa itu ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari munas [musyawarah nasional] Golkar. Biasanya panas tapi kemudian bersatu kembali,” jelas Bamsoet.

Indikasi upaya aklamasi ini menurut pria yang disapa Bamsoet adalah menggalang dukungan sebanyak-banyaknya untuk dibawa ke rapat pleno  dan diklaim sebagai suara mayoitas. 

Ini terjadi saat saat Airlangga terpilih sebelumnya. Oleh karena itu, Bamsoet tidak ingin itu terjadi lagi karena ketua umum harus lahir dari munas yang demokratis.

“Sehingga kalau klaim sana [Airlangga] 400 dukungan [dari Dewan Pimpimnan Daerah Golkar], Sini juga 400, ya tidak bisa dikatakan itu sebagai dukungan penuh untuk mengarah ke aklamasi,” ucap Bamsoet.

Sebelumnya, kubu Airlangga mengaku mendapat dukungan dari 400 DPD Golkar. Tak mau kalah, pendukung Bamsoet juga mengklaim demikian. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia