Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Bambang Saptono menggelar aksi unjuk rasa memprotes zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Selasa (2/7/2019). (Solopos-M. Ferri Setiawan)
Harianjogja.com, SOLO -- Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng mengevalusi pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN-SMKN yang di mulai sejak Senin-Jumat (1-5/7/2019). Evaluasi dilakukan karena calon siswa asal Solo gagal mendapatkan sekolah pilihan pertama di Solo dan malah mendapatkan sekolah di luar Solo.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, mengatakan hal itu disebabkan jumlah pendaftar PPDB online 2019 lebih banyak dibandingkan daya tampung sekolah SMAN/SMKN di Kota Solo. Kasus banyaknya siswa yang terlempar ke sekolah di luar Solo disebabkan beberapa wilayah yang tidak terjangkau SMAN terdekat.
“Misalnya siswa tinggal di wilayah Kadipiro, Banjarsari, di sana tidak ada SMAN terdekat. Di wilayah sana [Kadipiro] hanya ada SMAN 5 Solo sebagai sekolah yang terdekat. Padahal di keliling SMAN ada wilayah terdekat dengan jarak 1 km yaitu wilayah Gilingan, Banjarsari. Yang diterima yakni siswa yang memiliki jarak 1 km dibandingkan siswa wilayah Kadipiro, Banjarsari, dengan jarak 2,5 km,” ujarnya saat ditemui JIBI/Solopos di Cabang Disdik Wilayah VII, Selasa (2/7/2019).
Dia mengaku sistem PPDB akan mencarikan sekolah lain di luar Kota Solo meliputi wilayah Colomadu, Sukoharjo, Gondangrejo, dan Ngemplak. Sistem tersebut akan mencarikan sekolah terdekat siswa yang masih kosong. Ia mengaku untuk siswa yang tidak bisa diterima di SMAN/SMKN bisa mendaftarkan diri ke SMA/SMK Swasta.
“Di SMA/SMK swasta juga ada bantuan untuk siswa yang tidak mampu. Kualitas SMA/SMK swasta sama dengan sekolah negeri,” ujarnya.
Ketua MKKS SMA Solo, Agung Wijayanto, mengatakan berdasarkan dari data yang didapat daya tampung di seluruh SMA Negeri di Solo, yakni SMAN 1 hingga SMAN 8 Solo sekitar 3.041 siswa baru. Sedangkan yang melakukan pendaftaran tercatat sekitar 4.244 orang.
“Ada selisih 1.203 siswa, mereka tidak bisa ketampung di SMAN di Solo. Tetapi siswa bisa tertampung di daerah terdekatnya misalnya Colomadu, Sukoharjo, Gondangrejo, dan Ngemplak,” ujarnya.
Dia mengatakan ada beberapa calon siswa datang langsung ke SMAN 6 Solo untuk mendaftar PPDB. Dia mengaku sejak Senin (1/7/2019) pihaknya menerima calon siswa yang ingin mendaftar melalui operator sekolah. "Pendaftaran SMAN 6 Solo berjalan lancar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.