Mantan Kades Diusulkan Jadi Pj Kepala Desa, Ini Alasannya
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Ridwan Kamil (kanan)/Wisnu Wage
Harianjogja.com,BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tercatat sudah masuk dalam bursa pencalonan Presiden 2024 versi LSI Deny JA. Namun ia mengaku belum terpikir sampai ke situ.
Ridwan Kamil mengatakan saat ini dirinya masih fokus membenahi Jawa Barat hingga 2023 mendatang. “Ini masih 2019 sudah ngomongin 2024 menurut saya terlalu jauh. Saya masih gubernur baru saya belum punya pengalaman mengurusi hal multidimensi,” katanya di Bandung, Rabu (3/7/2019).
Menurutnya figur yang maju menjadi presiden harus bisa menguasai seluruh persoalan multidimensi. Jika berhasil memimpin Jawa Barat kemungkinan maju menjadi terbuka.
“Jadi saya pribadi saya fokus jadi gubernur Jabar membawa kemajuan perubahan dan nanti lihat di akhir masa jabatan saya kalau masyarakat mengapresiasi dan ada hasilnya saya kira hal lain bisa mengikuti,” ujarnya.
Karena rentang waktunya masih jauh, pihaknya belum mau memikirkan prediksi dari pihak manapun. Menurutnya kini dirinya memilih fokus bekerja ketimbang memikirkan urusan politik.
“Intinya tidak terlalu saya pikirkan, dan masih jauh dan masih banyak yang lebih layak untuk kondisi sekarang. Sekarang saya lagi fokus memastikan Jabar juara lahir batin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.