Dapur MBG di Klaten Capai 51 Unit, Sasar 114 Ribu Pelajar
Dapur MBG di Klaten bertambah jadi 51 unit awal 2026, melayani 114 ribu pelajar dan mendorong perputaran ekonomi hingga Rp28,5 miliar per bulan.
Beberapa calon siswa menyerahkan botol plastik bekas untuk ditukar dengan map pendaftaran PPDB di SMPN 1 Jogonalan, Klaten, Selasa (2/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN -- SMPN 1 Jogonalan Klaten melakukan hal unik saat proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Saat mendaftar, para calon siswa bisa mendaftarkan map pendaftaran dengan menyerahkan botol plastik.
Kegiatan yang dinamai Kampanye Puasa Sampah Plastik itu menjadi bagian dalam PPDB SMPN 1 Jogonalan. Calon siswa yang mendaftar tak dipungut biaya termasuk untuk mendapatkan map sampul berkas persyaratan pendaftaran.
Namun, pengelola sekolah meminta para calon siswa membawa botol plastik bekas ukuran 1 liter untuk ditukar dengan map. Kepala SMPN 1 Jogonalan, Endah Sulistyowati, mengatakan aksi tersebut untuk pengenalan program yang sudah digulirkan di sekolahnya sebagai sekolah Adiwiyata.
SMPN 1 Jogonalan memang merupakan salah satu sekolah Adiwiyata atau sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sejak mendapatkan label sekolah Adiwiyata, pengelola sekolah setempat menggulirkan program puasa plastik.
“Kami ingin PPDB ini menjadi ajang pengelolaan dan pengurangan sampah. Makanya, kami gulirkan kegiatan untuk mengumpulkan sampah botol plastik bekas,” kata Endah, Selasa (2/7/2019).
Botol plastik bekas yang diperoleh selama PPDB tak sekadar ditumpuk. Pengelola sekolah berencana memanfaatkan botol plastik itu untuk didaur ulang menjadi ecobrick, bata ramah lingkungan.
Botol plastik bekas yang dikumpulkan bakal diisi dengan aneka sampah plastik yang dipotong kecil-kecil kemudian dipadatkan hingga botol mengeras. “Dari ecobrick yang sudah dibuat nanti dimanfaatkan untuk pembuatan pagar di sekitar taman dan gapura,” ungkapnya.
Selama dua hari pendaftaran PPDB, Senin-Selasa (1-2/7/2019), sekitar 500 botol bekas sudah dikumpulkan sumbangan dari para calon siswa. Sementara daya tampung SMPN 1 Jogonalan pada PPDB kali ini yakni 288 siswa.
Soal program puasa sampah plastik, Endah mengatakan siswa SMPN 1 Jogonalan diminta membawa bekal dari rumah mereka. Saat jajan di kantin sekolah, siswa hanya diperkenankan membawa wadah sendiri yang bisa dimanfaatkan berulang kali.
“Kalau di kantin membeli minuman, siswa wajib membawa tumbler. Kalau tidak membawa pengelola kantin tidak menerima. Kami sebelumnya sudah sosialisasi ke enam pedagang kantin. Jadi di kantin itu tidak ada plastik untuk wadah minuman serta tidak ada sedotan. Untuk jenis jajanan yang masih dalam kemasan plastik masih kami toleransi. Tetapi, syaratnya plastik sisa makanan dikumpulkan di bank sampah sekolah,” kata Endah.
Salah satu orang tua calon siswa, Anik, 45, mengaku kaget begitu tahu ada program penukaran map pendaftaran dengan botol plastik bekas di SMPN 1 Jogonalan. Dia sepakat program tersebut untuk menjaga lingkungan di sekitar sekolah bersih.
“Karena sebelumnya tidak tahu, saat pendaftaran sempat bingung dan saya pulang dulu mencari botol plastik bekas. Cukup unik sih jika dibandingkan PPDB beberapa tahun lalu harus membeli map yang harganya Rp10.000. Kalau sekarang gratis,” kata warga Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY serta Jawa Tengah. Simak daftar wilayah yang merasakan getaran berdasarkan data BMKG.
Mesir lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai imbang 1-1 lawan Iran. Gol Iran dianulir VAR di injury time.
PKB Sleman menggelar santunan anak yatim dan doa Asyura pada Muharam sebagai wujud kepedulian sosial serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.