Kasus Kekerasan Hantam Pesantren, Santri Baru di Jawa Tengah Menyusut
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Ketua DPP FPI Sobri Ahmad Lubis./Suara.com-Yosea Arga Pramudita
Harianjogja.com, JAKARTA- Ormas Front Pembela Islam (FPI) mengaku akan terus melawan putusan sengketa pilpres memenangkan capres Joko Widodo.
Ketua FPI Sobri Lubis menegaskan, organisasinya tak bakal berhenti melawan, seandainya Mahkamah Konstitusi memenangkan Capres Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin dalam perkara sengketa hasil Pilpres 2019.
Sobri menuturkan, kalau semua permohonan Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ditolak MK, maka FPI akan berjuang melakukan jihad panjang secara konstitusional.
"Kalau 01 yang menang, kami tetap akan berjuang. Siapkan diri kita untuk jihad panjang. Jihad konstitusional jangka panjang," kata Sobri saat berorasi dalam aksi mengawal hasil sidang sengketa Pilpres di MK, Kamis (27/6/2019).
Dalam orasinya, Sobri mengajak agar massa aksi tetap berkomitmen. Ia mengatakan akan menolak segala bentuk kecurangan sampai kapan pun.
"Harus pasang komitmen bahwa kami hanya mengikuti kebenaran. Kami menolak segala bentuk kecurangan dan ketidakadilan sampai kapan pun," kata Sobri.
Meskipun mengatakan akan tetap berjuang, Sobri tetap meminta massa untuk menerima keputusan MK. Menurutnya, walau hasilnya pahit sekali pun, harus diterima.
"Saudara-saudara perlu saya ingatkan, apa pun nanti putusan MK meski hasilnya pahit harus diterima.”
Untuk diketahui, sampai artikel ini diunggah, Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB, sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 masih berlangsung di MK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Pemain PSIM Jogja Rahmatsho Rahmatzoda kembali dipanggil Timnas Tajikistan untuk laga melawan India dan persiapan menuju Piala Asia 2027.
Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai pimpinan baru Badan Gizi Nasional.
Serangan siber di Indonesia mencapai 5,5 miliar pada 2025. KSP mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan data pribadi dan literasi digital.
BPH Migas menyiapkan QR Code dinamis untuk pembelian BBM subsidi guna mencegah pemalsuan barcode dan penyalahgunaan solar subsidi.
Dokter anak mengingatkan empat jenis infeksi jantung pada anak, mulai perikarditis hingga penyakit jantung reumatik yang masih sering ditemukan di Indonesia.