Ikut Pantau Sidang MK, Begini Apresiasi Prabowo untuk Para Saksinya

Dahnil Anzar Simanjuntak berfoto dengan Prabowo Subianto - Twitter - Dahnilanzar
20 Juni 2019 11:27 WIB Ahmad Rifai News Share :

Harianjogja.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan apresiasi dan rasa kagum kepada para saksinya yang berani mengungkapkan fakta dan data.  Ketua Umum Partai Gerindra itu turut memantau jalannya sidang lanjutan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (19/6/2019). 

Berdasarkan keterangan Danil Anzar Simanjuntak dalam cuitannya pada Rabu (9/6/2019), Prabowo turut memantau jalannya sidang MK dari ruang kerjanya yang berlokasi di Hambalang, Bojong Koneng, Bogor.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu mengajak kepada semua pendukung dan masyarakat agar tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, "Tetap damai demi Indonesia yang berkeadilan."

Selain itu, Dahnil juga menyampaikan bahwa Prabowo mengapresiasi dan kagum kepada para saksi yang dinilai berani ikut mengungkapkan fakta dan data.

Prabowo menginstruksikan agar semua pihak saling hormat menghormati tanpa perlu menyerang dan menyakiti pihak mana pun. "Kompetisi masih berlangsung, mari kita tuntaskan dengan jujur," ungkap mantan menantu Soeharto tersebut dalam cuitan Dahnil di Twitter.

Sebelumnya agenda sidang hari ketiga yang dimulai pada pukul 09.00 WIB mendengar saksi dari pemohon yaitu Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Sandiaga Uno. Sidang ditutup setelah memeriksa 13 saksi dan 2 ahli yang diajukan oleh BPN pada hari Kamis dini hari (20/6/2019) pukul 04.50 WIB.

Para saksi memberikan sejumlah keterangan, antara lain meliputi dugaan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 atau 2,15 juta daftar pemilih ganda dan nomor induk kependudukan (NIK) siluman alias palsu.

Lalu ada juga yang menyoroti lemahnya proses penginputan sistem informasi perhitungan suara milik Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) dan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakaukan oleh Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo dan Waikl Wali Kota Semarang yakni Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hingga, ada pula saksi Prabowo-Sandi yang mengaku melihat tumpukan sampah berupa amplop formulir C1.

Terkait pernyataan Prabowo yang menyebut para saksi telah berani mengungkapkan fakta dan data, di pihak 01 paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin justru menganggap beberapa keterangan saksi dari kubu 02 tidak meyakinkan dan berpotensi bermuatan kesaksian palsu.

Meski demikian, apabila benar ada kesaksian palsu, Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Tim Hukum dari Tim Kampanye Nasional (TKN) mengatakan tidak terlalu penting untuk mempidanakan saksi-saksi tersebut.

"Yang paling penting bagi kami adalah apakah Pak Bambang Widjojanto sebagai ketua tim lawyer-nya Pak Prabowo-Sandi ini bisa enggak membuktikan tuduhan selama ini bahwa pemilu curang? Jauh lebih penting mempidanakan dia daripada mempidanakan saksi-saksi yang kecil itu," terang Yusril, Rabu (19/6/2019).

Kendati demikian, Yusril menggarisbawahi bawha keputusan akhir tetap di tangan Jokowi-Ma'ruf. "Tapi ini kan kami kembakikan ke pak Jokowi pak Ma'ruf, siapa tahu beliau-beliau pemaaf, tidak tegas seperti saya. Tapi ini penting, jangan sembarangan menuduh kalau tidak bisa membuktikan," imbuhnya.

Adapun sebelumnya sejumlah warganet membagikan berbagai video mengenai jalannya sidang sengketa gugatan Pilpres 2019 di MK. Mereka mengabadikan beberapa momen lucu dalam sidang tersebut.

Seperti misalnya akun @weirdoastro yang menulis, "Majelis Lucu Indonesia kalah lucu sama saksi-saksi 02 di Sidang MK hari ini."

Ada juga warganet yang menyoroti saksi 02 yang meminta izin untuk membuang air kecil.

Hingga aksi keponakan Mahfud MD, Hairul Anas yang menjadi saksi telah membuat warganet tergelitik dengan menyebut 'yang mulia' menjadi 'baginda'.

Sumber : Bisnis.com