Advertisement
Serangan Tanker di Teluk Oman, AS Salahkan Iran
Kondisi KM Makmur usai ditabrak kapal tanker di perairan perbatasan Indonesia-Singapura. - Ist/Okezone
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON--Dua kapal tanker minyak diserang pada Kamis dan terapung-apung di Teluk Oman, mendorong harga-harga minyak dan menimbulkan ketakutan akan terjadi konfrontasi baru antara Iran dan Amerika Serikat, yang menyalahkan Teheran atas insiden tersebut.
"Berdasarkan penilaian pemerintah Amerika Serikat, Rapublik Iran bertanggung jawab atas serangan-serangan itu yang terjadi di Teluk Oman hari ini," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kepada wartawan tanpa menyediakan bukti nyata yang mendukung sikap AS itu.
Advertisement
"Penilaian ini didasarkan atas intelijen, senjata yang digunakan, level kemampuan yang diperlukan untuk melakukan operasi tersebut, serangan-serangan yang serupa yang baru-baru ini dilakukan Iran atas perkapalan, dan fakta tak ada kelompok lain terkait di kawasan itu yang memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan tinggi," kata Pompeo.
Harga-harga minyak mentah naik lebih 4% setelah serangan-serangan yang terjadi dekat jalan masuk ke Selat Hormuz, lintasan perkapalan yang krusial bagi Arab Saudi dan produser-produser energi lainnya di Teluk, menimbulkan ketakutan-ketakutan gangguan-gangguan seperti itu dapat berdampak atas aliran minyak dari Timur Tengah. Harga-harga kemudian meningkat 2%.
BACA JUGA
Washington menuding Teheran berada di belakang serangan serupa pada 12 Mei atas empat tanker di kawasan yang sama. Ketegangan-ketegangan antara Iran dan AS, dan para sekutunya termasuk Arab Saudi, telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari sebuah perjanjian tahun lalu antara Iran dan kekuatan-kekuatan dunia yang bertujuan mengekang ambisi nuklir Teheran.
Iran sudah berkali-kali memperingatkan akan merintangi Selat Hormus jika tidak dapat menjual minyaknya akibat sanksi-sanksi AS.
Tak satupun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Para pengamat memperingatkan ada kesimpulan-kesimpulan yang diambil mengenai pelaku serangan itu, dengan menyatakan Iran mungkin sebagai pelaku serangan-serangan tersebut tetapi juga ada pihak lain yang berbuat untuk memojokkan Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menggambarkan insiden-insiden tersebut mencurigakan di Twitter dan menyerukan dialog regional. Teheran telah membantah bertanggung jawab atas serangan-serangan 12 Mei. Seorang pejabat keamanan Eropa mengatakan negaranya sangat berhati-hati dalam membuat penilaian mengenai insiden itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Final Piala Super Spanyol: Mbappe Belum Pasti Starter Lawan Barca
- PSS Vs PSIS Berlangsung Sengit, Begini Komentar Kedua Klub
- Target PAD Bantul 2026 Dipatok Rp773 Miliar
- Jadwal KRL Solo Jogja, Minggu 11 Januari 2026
- Strategi BYD Bertahan lewat Inovasi Meski Teknologi Ditiru
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY, Minggu 11 Januari 2026
- Penembakan Massal di Mississippi: 6 Tewas di Tiga Lokasi Berbeda
Advertisement
Advertisement




