5 Fakta Tanjung Verde, Debutan Piala Dunia 2026 Penantang Argentina
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
Ilustrasi pelajar SMP (Solopos-Whisnupaksa Kridangkara)
Harianjogja.com, SOLO--Lantaran sistem zonasi yang diterapkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Solo tidak lagi membuat pemeringkatan nilai Ujian Nasional (UN) SMP baik negeri maupun swasta.
Hal tersebut disebabkan sistem zonasi. Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kota Solo, Bambang Wahyono. Sejak tiga tahun lalu Disdik tidak lagi membuat peringkat sekolah yang mendapatkan nilai UN tertinggi.
“Disdik Solo sudah tidak membuat peringkat daftar sekolah yang siswanya mendapat nilai UN tertinggi. Kalau ada sekolah negeri atau swasta yang membuat peringkat itu, saya pastikan bukan Disdik yang membuat,” ujar dia saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Senin (3/6/2019).
Dengan tidak dipublikasikannya peringkat, Bambang berharap orang tua memiliki kesadaran untuk menyekolahkan putra-putrinya sesuai sistem zonasi. Dengan demikian peningkatan mutu pendidikan yang merata segera terwujud.
"Semua sekolah memiliki potensi untuk menjadi sekolah favorit. Jadi semua mampu bersaing untuk meraih peringkat atas, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujar dia.
Bambang menjelaskan pada dasarnya semua anak merupakan juara di bidangnya masing-masing. Dengan adanya zonasi diharapkan sekolah maupun orang tua mampu melihat dan mengembangkan potensi anak di mana pun mereka bersekolah.
"Sistem zonasi diharapkan mampu memberikan kualitas yang sama dan pemerataan di sekolah negeri. Dengan begitu tidak ada istilah sekolah favorit, sekolah tidak bagus, dan sebagainya. Sistem zonasi juga bertujuan mengurangi jumlah siswa yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah,” ujar dia.
Mengubah pola pikir masyarakat tentang sekolah favorit atau sekolah tidak favorit merupakan tantangan berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
”Masih sulit mengubah pola pikir masyarakat akan sekolah favorit dan nonfavorit. Dengan tidak membuat peringkat siswa yang memiliki nilai tinggi, saya berharap dapat mengurangi pola pikir masyarakat mengenai sekolah favorit dan nonfavorit,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
Proyek Groundsill Srandakan di Sungai Progo telah mencapai 79 persen. BBWSO mempercepat penyelesaian sebelum musim hujan tiba.
Swiss kalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia 2026. Breel Embolo ungkap kunci kemenangan timnya.
Menhut Raja Juli Antoni klarifikasi isu keterlibatan OTT KPK Bupati Kuansing, ungkap kronologi pengembalian amplop.
Komdigi menegur dua operator seluler yang masih mengaktifkan kartu SIM tanpa registrasi biometrik sesuai aturan yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Kebakaran Rama Billiard & Cafe Jogja diduga dipicu gangguan listrik. Kerugian ditaksir lebih dari Rp20 miliar tanpa korban jiwa.