Advertisement
Bikin Geger, Bus Ini Keluarkan Asap Pekat di Tol Madiun..
Asap pekat keluar dari bus bergambar beruang jurusan Surabaya-Ponorogo di Exit Tol Madiun, Sabtu (1/6 - 2019) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
Advertisement
Harianjogja.com, MADIUN -- Sejumlah petugas jaga di pos pengamanan Dumpil digegerkan dengan adanya bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang mengeluarkan asap pekat saat berhenti di traffic light Exit Tol Madiun, Sabtu (1/6/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat kejadian itu, JIBI/Solopos sedang berada di depan pospam Dumpil. Saat traffic light menunjukkan warna merah, bus berwarna hijau bergambar beruang kutub itu terlihat berhenti dengan mengeluarkan asap sangat pekat.
Advertisement
Sontak petugas di pospam mengira bus tersebut terbakar hingga akhirnya petugas berduyun-duyun mendekati bus. Sesampainya di dekat bus, ternyata asap pekat itu berasal dari gas pembuangan bus berpelat AE 7355 UB.
Bus PO Maju Muda Mandiri atau yang dikenal dengan bus Cendana beruang kutub itu hendak menuju Ponorogo. Bus tersebut membawa penumpang dari arah Surabaya via tol. Terlihat bus tersebut dipenuhi penumpang.
BACA JUGA
Saat petugas mendatangi, kru bus bukannya berhenti justru malah terus melaju ke arah Madiun dengan laju sangat pelan dan asap pekat mengepul.
Kepala Pospam Dumpil, AKP Nuryadi, mengatakan bus jurusan Surabaya-Ponorogo itu mengalami kerusakan di bagian mesin sehingga menyebabkan asap pekat keluar. Bus tersebut membawa puluhan pemudik dari arah Surabaya.
"Ini membahayakan. Karena asapnya sangat pekat sekali. Pasti ada yang rusak. Bus ini tidak mau berhenti. Jadi tadi kami kawal sampai di Terminal Madiun," kata dia.
Sesampainya di Terminal Madiun, lanjutnya, sopir beserta kernet bus diperiksa oleh petugas dari Dishub Kota Madiun. Petugas Dishub akan memeriksa kelaikan bus tersebut masih bisa beroperasi apa tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Rute Sawah ke Tol Jogja Solo GT Purwomartani Dihapus dari Google Maps
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Bupati Gunungkidul Tolak Mobil Dinas Baru Rp1,5 Miliar
- Sering Dianggap Biasa Semangka Punya Dampak Tak Terduga
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
Advertisement
Advertisement



