Alfamart Getol Kampanyekan Pengurangan Kantong Plastik

Alfamart - Ist/Alfamart
26 Mei 2019 16:37 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Toko jejaring Alfamart terus berupaya mengkampanyekan penggurangan kantong plastik. Selain menaati ketentuan dengan memberlakukan plastik berbayar, karyawan di perusahaan ini juga diminta konsisten tidak menggunakan kantong plastik.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Jateng-DIY Muhammad Afran menjelaskan, sebagai bagian dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) pihaknya tentu sepakat dengan kebijakan Aprindo. Di mana Aprindo memutuskan kebijakan kantong plastik tidak gratis alias berbayar per 1 Maret 2019 yang kemudian diputuskan per kantong plastik Rp200. Ia berharap program itu dapat mendukung kebijakan pengurangan sampah plastik. Sehingga tujuan program itu bukan semata melihat dari sisi penjualan Rp200 tersebut. Rata-rata konsumen yang memerlukan plastik adalah yang berbelanja dalam jumlah besar.

“Jadi yang perlu ditekankan kami terutama Alfamart tidak menekankan pada pengambilan keuntungan dari Rp200 itu tetapi untuk memberikan edukasi konsumen warga untuk mengurangi kantong plastik,” katanya dalam keterangan persnya, Sabtu (25/5/2019).

Menurutnya setelah kebijakan pemberlakukan kantong plastik berbayar sejak 2016 kemudian berjalan selama enam bulan mampu mengurangi sekitar 50% kebutuhan kantong plastik. Kebutuhan kantong plastik bisa ditekan dari sebelumnya bisa mencapai 200 juta kantong plastik per bulan. “Harapannya program 2025 Indonesia bebas kantong plastik kami bisa memberikan sumbangsih,” ujarnya.

Hanya saja ia berharap ke depan ada payung hukum yang dikeluarkan pemerintah terkait penggunaan kantong plastik. Kampanye yang dilakukan toko ritel masih kurang efektif ketika tidak diimbangi dengan payung hukum.

“Kami di kantor ketika meeting, enggak boleh pakai air mineral gelas mulai 1 Maret siapa yang pakai didenda Rp20.000 di beberapa kantor cabang, kami bawa air minum wadah kita masing-masing, bawa gelar isi ulang,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, ketika ada karyawan yang diketahui berbelanja balik ke kantor dengan membawa kantong plastik maka akan didenda. Kebijakan itu tujuannya memberikan edukasi kepada karyawan agar tidak menggunakan kantong plastik dengan memulai dari contoh di internal Alfamart.

Edukasi kepada pembeli juga terus dilakukan apalagi saat lebaran seringkali ada permintaan penambahan stok karena banyaknya konsumen. Dengan plastik berbayar harapannya memberikan kesadaran kepada konsumen untuk mengurangi kantong plastik.

Afran mengatakan seperti pada tahun sebelumnya, ketika menghadapi lebaran sebagian besar toko Alfamart menambah stok yang persentasenya mencapai 30% hingga 40% dari hari biasa. Stok barang yang ditambah tersebut antara lain sebagian besar untuk keperluan lebaran seperti berbagai jenis minum botol seperti sirup hingga makanan kering sejenis biskuit.

“Stok item intinya untuk keperluan lebaran ditambah dan dipastikan anak toko pasti lebih sibuk karena kami yang di kantor juga dilibatkan terjun langsung membantu toko selama lebaran, seperti bantu membersihkan dan menata display,” kata dia.

Meski demikian tidak semua Alfamart akan buka selama 24 jam dalam lebaran, melainkan sesuai dengan jenis toko. Sehingga Alfamart yang sebelumnya buka 24 jam akan tetap konsisten dengan waktu tersebut ketika buka saat lebaran. “Kalau reguler biasa tetap buka sampai pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB,” ujarnya.

Pihaknya menyediakan sejumlah promo selama lebaran. Antara lain program promo Pak Rahmat lebih pada kebutuhan seperti minyak, sirup, biskuit dan lainnya ada empat macam paket. Kemudian promo Bu Rahmat yang isinya lebih pada menu berbuka puasa seperti makanan atau minuman dengan harga rata-rata Rp10.000. Selain itu ada paket lain seperti sabun dan alat bersih-bersih rumah jelang lebaran. Ia menilai promo sejenis itu sangat efektif diberlakukan saat lebaran seperti tahun sebelumnya.