Dampak Kerusuhan Aksi 22 Mei, 3 Stasiun MRT Masih Ditutup

Sejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209). - Ist/Antara.
23 Mei 2019 02:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Tiga stasiun MRT di Jakarta Pusat masih ditutup dan belum bisa digunakan sejak Rabu (22/5/2019) sore hingga malam karena alasan keamanan.

Dilaporkan Antara, ketiga stasiun MRT tersebut ialah Stasiun Setiabudi Astra, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Bundaran HI.

"Stasiun ini [Setiabudi Astra] dan Stasiun Dukuh Atas sudah tutup dari jam 19.00 WIB, sedangkan Stasiun Bundaran HI sejak sore tadi," jelas petugas keamanan di Stasiun MRT Setiabudi Astra, Imam N.

Stasiun MRT lain, lanjut Imam, masih beroperasi hingga jam operasional terakhir MRT masing-masing stasiun. "Pokoknya dari Stasiun Bendungan Hilir hingga Blok M atau Lebak Bulus masih berjalan normal," ujarnya.

Nina, salah seorang calon penumpang MRT di stasiun tersebut, mengaku harus berjalan menuju Stasiun Bendungan Hilir untuk pulang menggunakan moda transportasi ini.

"Ya saya kira di sini masih normal, ternyata ditutup. Ya saya terpaksa lanjut ke stasiun lain yang dekat sini," ucap dia.

Sementara itu, hingga pukul 21.08 WIB, belum ada pergerakan massa di kawasan Sudirman hingga Senayan. Massa aksi penolakan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 terpantau masih berada di titik-titik yang sama seperti tadi siang, yakni di Bundaran HI, Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Petamburan, dan Slipi Jakarta Barat.

Sumber : Antara