Tak Ada Pesta Kemenangan Jokowi di Kulonprogo

Warga menunjukkan jarinya yang telah dicelupkan ke dalam tinta usai memberikan hak suaranya dengan latar poster Calon Presiden - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/4/2019). - ANTARA FOTO/Zabur Karuru
21 Mei 2019 08:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pemilu 2019 dengan perolehan suara 85.607.362 atau 55,50%. Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara 68.650.239 atau 44,50 %.

Kepolisian Resor Kulon Progo memastikan tidak ada aksi merayakan kemenangan dari partai politik dan tim pemenangan daerah.

"Sampai saat ini, belum ada laporan ada kegiatan perayaan kemenangan dari salah satu pendukung calon presiden dan wakil presiden. Begitu juga tidak ada kegiatan melakukan aksi penolakan hasil keputusan KPU atas penetapan pemenang pemilu," kata Wakil Kepala Polres Kulon Progo, Komisaris Polisi Dedy Dharma, di Kulon Progo, Selasa (21/5/2019). 

Ia mengatakan, situasi keamanan di Kulon Progo sangat kondusif, warga juga melakukan aktivitas biasa pasca pelaksanaan Pemilu 17 April 2019. "Situasi keamanan sangat kondusif, warga juga tidak perlu khawatir dan resah ada isu gerakan "people's power," harapnya.

Meski demikian, lanjut dia, Polres Kulon Progo terus menjalin komunikasi dengan partai politik dan tim pemenangan daerah masing-masing capres dan cawapres untuk memastikan mereka tidak melakukan aksi perayaan kemenangan ataupun aksi penolakan hasil keputusan KPU.

"Kami tetap melakukan pemantuan biasa. Laporan intelijen juga menyatakan kondisi sangat kondusif, tidak ada gerakan-gerakan perayaan kemenangan dan penolakan. Kondisi Kulon Progo aman," katanya.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, berharap masyarakat Kulon Progo bisa mengambil peran dengan tetap bersikap dewasa dalam mensikapi hasil pemilu. Sekaligus berperan aktif mencegah terjadinya perpecahan.

"Sebagai masyarakat yang menikmati perbedaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sekaligus cinta damai tentu masyarakat Kulon Progo akan berupaya maksimal mempersempit ruang perpecahan sebaliknya memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa," katanya.

Sumber : antara