Nenek Sugiyem Gantung Diri Setelah Berobat

Ilustrasi gantung diri (Reuters)
18 Mei 2019 21:27 WIB Moh Khodiq Duhri News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN--Kasus gantung diri kembali terjadi. Kali ini, Sugiyem, 76, nenek-nenek asal Dusun Wates, RT 31, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Jumat (17/5/2019) malam.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (18/5/2019), menyebutkan sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, korban sempat diantar berobat oleh anaknya, Sutiman, 41, ke klinik terdekat pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB. Sepulang dari berobat, korban langsung istirahat di kamarnya.

Pada pukul 19.00 WIB, korban terbangun dan meminta dibantu minum obat, selanjutnya dia beristirahat kembali. Pada pukul 23.00 WIB, Sutiman mendatangi kamar ibunya. Namun, dia tidak melihat ibunya di kamar. Dia menduga ibunya pergi ke rumah tetangga dekatnya.

Selanjutnya, Sutiman bermaksud memberi makan kambing di kandang. Dengan bantuan lampu sorot, Sutiman berusaha memberi makan kambing. Namun, tanpa sengaja lampu sorot itu menangkap bayangan orang yang sedang tergantung di atap kandang.

Menyadari sosok yang tergantung itu adalah ibunya, Sutiman berteriak minta tolong. Warga kemudian berdatangan ke lokasi. Mereka menurunkan tubuh Sugiyem yang sudah kaku.

Jajaran Polsek Masaran Sragen yang mendapat laporan langsung menuju lokasi. Polisi juga membawa serta petugas medis dari puskesmas setempat. Pemeriksaan tubuh Sugiyem berlangsung hingga Sabtu dini hari. Polisi juga meminta keterangan para saksi sekitar.

“Hasil identifikasi di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Pihak keluarga sudah menerima kejadian itu. Mereka keberatan dilakukan autopsi. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Mungkin dia depresi karena sakit menahun,” ucap Kapolsek Masaran AKP Agus Taruno kepada Solopos.com.

Sumber : solopos.com