Pasar Modern Tak Turunkan Harga Bawang, Ini Ancaman yang Diberikan Pemkot Semarang...

Ilustrasi bawang putih. (Bisnis)
14 Mei 2019 11:47 WIB Alif Nazzala Rizqi News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG — Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang mengancam akan mendatangkan polisi jika pasar modern tidak segera menurunkan harga bawang merah dan bawang putih sesuai arahan Kementerian Perdagangan.

Ancaman tersebut disampaikan menyusul penemuan Disperindag Kota Semarang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar modern Giant, Jl. Jenderal Sudirman, Karangayu dan Super Indo, Jl. Siliwangi, Salaman Mloyo, serta Pasar tradisional Karangayu Semarang. Dalam sidak tersebut, Disperindag Kota Semarang menemukan harga bawang putih kating di pasar modern tersebut masih Rp60.000/kg, jauh dari standar harga yang ditetapkan Menteri Perdagangan yang Rp40.000/kg.

Kepala Disperindag Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan sesuai arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pasar modern tersebut harus segera melakukan penyesuaian harga, yakni menjual bawang putih Rp40.000 per kg dan bawang merah Rp30.000 per kg.  "Kami menemukan di pasar modern harga bawang putih justru masih tinggi. Saya minta bisa sesuai standar," ujar Fajar, Senin (13/5/2019).

Dikatakan, seusai sidak kali ini, pihaknya akan datang kembali untuk memastikan harga bawang tersebut sudah normal. Dia bahkan mengancam, jika ditemukan harga masih tinggi, maka akan dilakukan penindakan oleh kepolisian.  "Minggu depan akan dilaksanakan kembali pengecekan, apabila masih tetap akan ditindak," ujarnya. 

Dia menambahkan selama ini Pemerintah Kota Semarang telah menurunkan 85 ton bawang putih ke pasaran agar harga segera berangsur normal. Namun ternyata, masih banyak keluhan di masyarakat akan mahalnya bawang putih tersebut. "Kami minta mal menyesuaikan dengan harga pasar terutama bawang putih dan merah, agar yang kami kerjakan menurunkan 85 ton bawang putih tidak sia-sia, kesan masyarakat bawang putih tinggi terus," katanya.

Sumber : Bisnis