Kisah Paskibraka Nasional 2026: Melawan Minder hingga ke Istana
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror menyergap ruko di Kampung Pangkalan, RT 11 RW 04, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 4 Mei 2019 siang. Saat itu satu orang terduga teroris tewas akibat diberondong timah panas oleh petugas. Sementara dua orang lainnya berhasil kabur dengan membawa bahan peledak.
Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak mengatakan, kini kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tengah mengalami krisis sumber daya manusia, sehingga mereka sedang membentuk sel-sel kecil di Bekasi, Jawa Barat. Daerah itu dipilih karena dinilai masyarakat di dana masih sangat mudah untuk didoktrinisasi dengan pemahaman radikalisme.
"Bekasi itu hampir selalu digunakan untuk tempat berkordinasi. Dan memang di sana ada kajian-kajian rutin. Mereka lihat masyarakatnya plural dan mobilitasnya tinggi, banyak kontrakan-kontrakan, itu mudah untuk disusupi," ujar Zaki saat berbincang dengan Okezone, Minggu (5/5/2019).
Zaki menduga bahan peledak yang dibawa dua orang JAD yang kabur saat penyergapan kemarin tidak terlalu berbahaya. Sebab, kini di dalam kelompok mereka sudah tak ada lagi yang mampu membuat bom dengan daya ledak tinggi.
"Saya menduga yang dibawa itu sifatnya low explosive. Mereka itu enggak punya skill untuk merakit bom dengan tingkat ledak tinggi," kata dia.
Selain krisis sumber daya manusia, kata dia, mereka pun juga tidak memiliki tokoh yang didapuk sebagai pemimpin atau yang biasa disebut amir. Sehingga, serangan-serangan yang dilakukan sangat tak terorganisir dan minimalis.
"Intinya sekarang mereka lagi krisis amir, sehingga bergerak dalam sel-sel kecil dengan rencana-rencana serangan yang tidak terorganisasir dan skala serangan yang sangat minimalis," ujar dia.
Meski begitu, Zaki mewanti-wanti aparat kepolisian agar tetap waspada dalam mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Sebab, bila sampai lengah, maka JAD akan kembali besar dan bisa mengancam keamanan Indonesia. "Kepolisian harus konsen memperhatikan sel-sel kecil ini jangan sampai tumbuh menjadi besar," katanya.
Saat ini,Tim Densus Antiteror terus mengehar dua terduga teroris yang berhasil kabur, bernama Samuel dan Taripudin. Samuel memiliki ciri alis tebal, rambut lurus sebahu, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, kulit sawo matang, memakai topi hitam dan membawa tas punggung.
Sementara Taripudin berciri alis tebal, memiliki tahi lalat di mata kanan bawah dan bibir bawah, tinggi sekitar 170 sentimeter, kulit kuning langsat, membawa tas selempang dan mengenakan jaket warna abu-abu.
Sedangkan sepeda motor yang digunakan keduanya untuk kabur, berjenis Suzuki Smash dengan nopol B 6324 KHR. Sepeda motor tersebut dikabarkan mengarah ke Kota Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
BNPB mengirim bantuan logistik lewat jalur laut ke Pulau Palue, Sikka, untuk menjangkau korban gempa NTT yang terkendala akses geografis.
Shayne Pattynama kembali ke Persija setelah membela Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 dan siap bekerja keras di bawah Shin Tae-yong.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.