Densus Endus JAD Lampung Bangun Jaringan di Bekasi

Ilustrasi terorisme - JIBI
05 Mei 2019 12:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror menyergap ruko di Kampung Pangkalan, RT 11 RW 04, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 4 Mei 2019 siang. Saat itu satu orang terduga teroris tewas akibat diberondong timah panas oleh petugas. Sementara dua orang lainnya berhasil kabur dengan membawa bahan peledak.

Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak mengatakan, kini kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tengah mengalami krisis sumber daya manusia, sehingga mereka sedang membentuk sel-sel kecil di Bekasi, Jawa Barat. Daerah itu dipilih karena dinilai masyarakat di dana masih sangat mudah untuk didoktrinisasi dengan pemahaman radikalisme.

"Bekasi itu hampir selalu digunakan untuk tempat berkordinasi. Dan memang di sana ada kajian-kajian rutin. Mereka lihat masyarakatnya plural dan mobilitasnya tinggi, banyak kontrakan-kontrakan, itu mudah untuk disusupi," ujar Zaki saat berbincang dengan Okezone, Minggu (5/5/2019).

Zaki menduga bahan peledak yang dibawa dua orang JAD yang kabur saat penyergapan kemarin tidak terlalu berbahaya. Sebab, kini di dalam kelompok mereka sudah tak ada lagi yang mampu membuat bom dengan daya ledak tinggi.

"Saya menduga yang dibawa itu sifatnya low explosive. Mereka itu enggak punya skill untuk merakit bom dengan tingkat ledak tinggi," kata dia.

Selain krisis sumber daya manusia, kata dia, mereka pun juga tidak memiliki tokoh yang didapuk sebagai pemimpin atau yang biasa disebut amir. Sehingga, serangan-serangan yang dilakukan sangat tak terorganisir dan minimalis.

"Intinya sekarang mereka lagi krisis amir, sehingga bergerak dalam sel-sel kecil dengan rencana-rencana serangan yang tidak terorganisasir dan skala serangan yang sangat minimalis," ujar dia.

Meski begitu, Zaki mewanti-wanti aparat kepolisian agar tetap waspada dalam mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Sebab, bila sampai lengah, maka JAD akan kembali besar dan bisa mengancam keamanan Indonesia. "Kepolisian harus konsen memperhatikan sel-sel kecil ini jangan sampai tumbuh menjadi besar," katanya.

Saat ini,Tim Densus Antiteror terus mengehar dua terduga teroris yang berhasil kabur, bernama Samuel dan Taripudin. Samuel memiliki ciri alis tebal, rambut lurus sebahu, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, kulit sawo matang, memakai topi hitam dan membawa tas punggung.

Sementara Taripudin berciri alis tebal, memiliki tahi lalat di mata kanan bawah dan bibir bawah, tinggi sekitar 170 sentimeter, kulit kuning langsat, membawa tas selempang dan mengenakan jaket warna abu-abu.

Sedangkan sepeda motor yang digunakan keduanya untuk kabur, berjenis Suzuki Smash dengan nopol B 6324 KHR. Sepeda motor tersebut dikabarkan mengarah ke Kota Bekasi.

Sumber : Okezone.com