Advertisement
Petinggi Nasdem Tak Setuju Kabinet Jokowi Dirombak Dalam Waktu Dekat
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). - Antara/Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diusulkan tak dilakukan dalam waktu dekat.
Isu perombakan (reshuffle) kabinet kembali mencuat di ujung masa pemerintahan Jokowi, khususnya setelah beberapa menteri di Kabinet Kerja 'terseret' kasus dugaan korupsi.
Advertisement
Beberapa pembantu presiden yang terseret kasus rasuah di antaranya Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.
Ketiga menteri yang sedang dirundung kasus itu berasal dari partai politik. Menag Lukman dari PPP, Mendag Enggar dari NasDem, dan Menpora berasal dari PKB. Ketiganya sampai saat ini belum menyandang status hukum apapun terkait kasus yang dituduhkan.
Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan reshuffle kabinet merupakan hak perogratif presiden. Namun ia berpendapat sebaiknya itu tidak dilakukan sekarang. Pasalnya masa pemerintahan Jokowi di periode pertama sudah hampir selesai.
"Biar jadi hak perogratif presiden. Sudah tinggal injury time, lebih baik di tunggu kabinet baru saja," ujar Irma saat dikonfirmasi Okezone-jaringan Harianjogja.com, Jumat (3/5/2019).
Menag Lukman diketahui ikut terseret kasus dugaan jual-beli jabatan yang melibatkan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Sementara itu, Mendag Enggar ikut terseret kasus dugaan suap dan gratifikasi Anggota Komiso VI DPR F-Golkar Bowo Sidik Pangarso. KPK lantas menggeledah ruang kerja dan rumah Enggar.
Terakhir, nama Menpora Imam Nahrawi santer disebut dalam pusaran kasus dugaan korupsi dana hibah di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy Senin 29 April 2019. Ia pun sudah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
Diwartakan sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut reshuffle kabinet bisa terjadi bisa tidak sebagaimana pernyataan Presiden Jokowi.
"Perombakan kabinet ya presiden sudah mengatakan bisa iya bisa tidak, kita lihat kepentingannya. Intinya kita semuanya berharap jangan sampai terjadi karena waktu kerja kita kan beberapa bulan. Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujar Moeldoko, Kamis 2 Mei 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Film Indonesia Maret 2026, Horor Lebaran Mendominasi
- PSM Makassar Kalah 2-4 dari Persita
- Persebaya vs Persib 2-2, Penalti dan VAR Jadi Sorotan
- Artis Hollywood Mengecam Serangan AS-Israel di Iran
- Ze Valente Absen, PSIM Jogja Siapkan Rotasi Lawan Semen Padang
- Pentagon Klaim Unggul di Udara Iran, Operasi Militer Terus Berjalan
- iPhone 17e Resmi Rilis, Harga Mulai 599 Dollar AS
Advertisement
Advertisement








