Curiga, Pendukung Prabowo Minta Makam Seluruh Petugas KPPS Dibongkar

Mustofa Nahrawardaya - Twitter AkunTofa
02 Mei 2019 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Direktur Relawan Nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya, curiga dengan meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat bertugas pada Pemilu dan Pilpres 2019. Dia meminta seluruh makam petugas KPPS yang meninggal dunia dibongkar.

Gagasan ini disampaikan oleh Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter miliknya @akuntofa.

Karena kecurigaan, saya usul agar seluruh kuburan jenazah petugas Pemilu yang meninggal ada 331 jenazah mohon dibongkar kembali untuk dilakukan autopsi,” tulis Mustofa Nahrawardaya, Kamis (2/5/2019).

Mustofa Nahrawardaya mengatakan pembongkaran kuburan para petugas KPPS yang telah meninggal itu untuk membuktikan penyebab kematian secara medis. Menurutnya, hal ini sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Tujuannya agar penyebab kematian dapat diketahui secara medis. Pembongkaran makam ini, jelas sangat penting,” ungkap Mustofa Nahrawardaya.

Hingga Kamis ini, KPU menyatakan sebanyak 382 petugas KPPS meninggal dunia. Para petugas kehilangan nyawa lantaran kelelahan selama menjalankan tugas Pemilu 2019.

Sementara itu ada sebanyak 3.529 petugas KPPS yang sakit. Berdasarkan Surat Menteri Keuangan RI Nomor S-361/MK.02/2019, para petugas yang meninggal saat menjalankan tugas mendapatkan santunan yang diberikan kepada keluarga sebesar Rp36 juta. Adapun untuk petugas KPPS cacat permanen mendapatkan santunan sebesar Rp 30,8 juta. Sedangkan bagi petugas KPPS yang mengalami luka berat mendapatkan Rp 16,5 juta dan luka ringan mendapatkan Rp 8,25 juta.

Sumber : Suara.com