Advertisement

Banjir, Sampah Menggunung di Pintu Air Manggarai

Newswire
Jum'at, 26 April 2019 - 13:57 WIB
Sunartono
Banjir, Sampah Menggunung di Pintu Air Manggarai Sampah di pintu air Manggarai. - Ist/Suara.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku sudah kerahkan 15 unit truk untuk mengangkut sampah yang menumpuk di pintu air Manggarai. Sampah disebut sudah menumpuk sejak dua hari lalu, Rabu (24/4/2019).

Dikutip dari Suara.com di pintu air manggarai, sampah terlihat menumpuk. Dua alat berat seperti ekskavator dan beberapa unit petugas UPK badan air ikut membersihkan sampah yang menumpuk itu.

Advertisement

Kebanyakan sampah berjenis kayu seperti bambu dan plastik. Bahkan terlihat juga kasur dan peralatan rumah tangga lainnya terbawa arus air di pintu air Manggarai. Meskipun sampah menumpuk, air masih bisa mengalir deras.

Sampah yang diangkut ekskavator ditumpuk meninggi sampai dua smpai tiga meter. Truk kebersihan terus diisi sampah yang menumpuk itu untuk dipindahkan ke tempat pembuangan.

Menurut Ketua UPK Badan Air DLH Provinsi DKI Jakarta, Yayat Supriantna, sejak dua hari lalu sampai kemarin malam, sampah yang diangkut mencapai 123 rit atau setara kapasitas satu dump truk. Untuk hari ini, Jumat (26/4/2019), sampai pukul 10.30 WIB pihaknya mengaku sudah mengangkut 20 rit sampah.

"Kemarin 123 rit atau truk, ini sampai sekarang sudah 19 truk. Ini sampah baru sampai jam 6 pagi tadi," ujar Yayat di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Yayat mengaku untuk hari Jumat volume sampah yang datang justru bertambah. Menurut Yayat sampah-sampah itu merupakan kiriman dari wilayah Bogor dan Depok.

Meskipun volume sampah meningkat, justru volume air disebut Yayat sudah menurun. Sampai Kamis malam, ia menyebut status di pintu air Manggarai sudah mencapai siaga satu. Namun pada Jumat pagi, status sudah menurun menjadi siaga empat.

Menurut Yayat status ketinggian air saat ini masih naik-turun jadi belum bisa dipastikan. Namun Yayat mengaku tidak mempedulikan status dan hanya fokus mengangkut sampah hingga bersih.

"Kalau tadi kami monitor air dari Katulampa sudah mulai menurun, jadi sifatnya ini fluktuatif. Tapi kondisi air ini seperti ini, sampahnya banyak, kita gak melihat statusnya yg penting petugas all out," kata Yayat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement