Advertisement
Kubu Jokowi Klaim Kuasai Seluruh Kabupaten di Jawa Tengah
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kanan) didampingi pimpinan partai yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja memberikan keterangan kepada awak media massa usai pertemuan konsolidasi di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Jawa Tengah diprediksi masih dikuasai PDIP pada Pemilu 2019. Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf yakin bakal mendominasi perolehan suara di Jawa Tengah yang dikenal sebagai 'Kandang Banteng'.
Hingga berita ini ditulis, data hasil real count resmi KPU yang telah diinput sebanyak 42.670 dari 115.407 TPS atau 36,9 persen, menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan persentase 76,9 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga yang hanya 23 persen.
Advertisement
"Semua 35 kabupaten kami menang, tidak ada satu pun kabupaten di Jawa Tengah yang kami kalah. Kami memperoleh 75,88 persen dari data yang masuk sebanyak 32,51 persen . Sementara pihak 02 hanya 24,12 persen," ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Kamis (25/4/2019).
Seperti diketahui, Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK berhasil memperoleh kemenangan hingga 66,65 persen di Jawa Tengah dengan perolehan suara hampir dua kali lipat dibandingkan perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta 33,35 persen.
BACA JUGA
Sebab itulah, TKN memperkirakan klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah diperkirakan hanya mengambil data dari 105 TPS di mana mereka unggul di sana saja.
"Jadi Ternyata apa yang mereka sampaikan kemenangan 64 persen itu kalau kita sisir, kita bongkar, di Jawa Tengah itu bohong belaka," tambah Lukman.
Lukman menyebut, angka dari hasil real count KPU dan "war room" mereka ini telah stabil dan senada dengan perkiraan quick count lembaga survei yang menyebut Jokowi-Ma'ruf akan unggul dengan persentase 77,86 persen (Poltracking) hingga 77,43 persen (SMRC) di Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Dampak Perang, Bursa AS Anjlok Dipicu Lonjakan Harga Minyak
- Rismon Tegaskan Ijazah Jokowi dan Gibran Asli
- Polda DIY Siapkan 21 Drone, Tangani Kemacetan Arus Mudik Lebaran
- 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas
- Pro Kontra Dapur MBG di Banguntapan Bantul, Lurah: Mayoritas Setuju
- Mudik, Mahasiswa Asal Cilacap Terbantu Rest Area SPBU Ambarketawang
- Hari Jadi DIY ke-271, Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa
Advertisement
Advertisement








