Advertisement
Sehari, Merapi 3 Kali Muntahkan Wedhus Gembel
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG- Aktivitas vulkanis Gunung Merapi hingga kini masih tinggi.
Gunung Merapi terpantau memuntahkan awan panas atau wedhus gembel hingga tiga kali sejak pagi tadi. Masyarakat diimbau tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan.
Advertisement
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut semburan awan panas awalnya terjadi pukul 08.10 WIB. Durasinya cukup lama, yakni mencapai 115 detik dengan jarak luncur 1,1 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.
"Terjadi awan panas guguran di G. #Merapi pd tgl 24/04/2019 pukul 08:10 WIB, durasi 115 detik, jarak luncur 1100 m ke arah hulu Kali Gendol," ujar petugas BPPTG, dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, Rabu (24/4/2019).
BACA JUGA
Semburan awan panas kembali terjadi menjelang siang. Dua kali luncuran awan panas menuju arah hulu Kali Gendol hingga sejauh 1,2 kilometer. Jarak tersebut masih dalam batas aman yang direkomendasikan petugas.
"Terjadi awan panas guguran di G. #Merapi pd tgl 24/04/2019 pukul 10.04 WIB dan 10.31 WIB, durasi 110 dan 120 detik, jarak luncur 1100-1200 m ke arah hulu Kali Gendol. #StatusWaspada sejak 21 Mei 2018," tuturnya.
Dengan status Waspada, radius 3 kilometer dari puncak direkomendasikan steril dari aktivitas warga. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa sembari mengikuti informasi aktivitas Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Massa Aksi Dipukul, LBH Jogja Siapkan Laporan Dugaan Kekerasan May Day
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Jamaah Haji RI Mulai Umrah Wajib di Masjidil Haram
Advertisement
Advertisement







