PKS Berkontribusi Memajukan Peradaban Dunia jika Kadernya Jadi Presiden
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Hidayat Nur Wahid-JIBI/Samdysara Saragih
Harianjogja.com, JAKARTA — Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meraup suara terbanyak calon anggota DPR 2019-2014 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 62 Kebagusan, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Caleg petahana tersebut meraup 35 suara di TPS lokasi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mencoblos itu.
Hidayat mengungguli dua jagoan PDIP, Eriko Sotarduga Binsar Pahalatua Sitorus dan Amendi Nasution, yang masing-masing memperoleh 26 dan 18 suara.
Meski Hidayat unggul, total suara PKS hanya 45 suara, kalah dari PDIP yang mendapatkan 89 suara. Di bawah PDIP dan PKS adalah Partai Gerindra yang mendapatkan 23 suara.
Dari 286 warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) TPS 62 Kebagusan, sebanyak 247 orang menggunakan hak pilihnya. Namun, terdapat 11 suara dinyatakan tidak sah oleh petugas TPS.
Kota Jakarta Selatan masuk dalam Daerah Pemilihan DKI Jakarta II bersama dengan Kota Jakarta Pusat dan Luar Negeri. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, daftar pemilih tetap Dapil DKI III sebanyak 4.562.482.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.