Advertisement
Dalam Lima Tahun, Seluruh PDAM di Indonesia Ditargetkan Sehat
Peninjauan bersama pelanggan PDAM Kota Denpasar ke sentra pengolahan air di Instalasi Pengolahaan Air (IPA) Belusung, Denpasar, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Bisnis Indonesia/Ema Sukarelawanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) menargetkan penyehatan kinerja 30 perusahaan daerah air minum (PDAM) sepanjang 2019. Seluruh PDAM di Indonesia diharapkan memiliki kinerja yang sehat dalam lima tahun ke depan.
Kepala BPPSPAM, Bambang Sudiatmo mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan evaluasi kinerja yang menghasilkan tiga golongan PDAM, sehat, kurang sehat, dan sakit. Pada 2018, sebanyak 18 PDAM berhasil meningkatkan kinerja dari kurang sehat menjadi sehat dan dari sakit menjadi kurang sehat.
Advertisement
Dari laporan kinerja 2018, saat ini tercatat ada 223 PDAM berkategori sehat, 99 PDAM kurang sehat, dan 52 PDAM sakit. Bambang menuturkan, setiap tahun pihaknya menargetkan peningkatan kinerja 30-4- PDAM yang masih sakit atau kurang sehat menjadi sehat. "Dalam 5 tahun ke depan semua PDAM dalam kondisi sehat,” ujar Bambang, Selasa (2/4/2019).
Dia mengimbuhkan, BPPSPAM bakal fokus memberikan bantuan pendampingan bagi PDAM untuk memperbaiki delapan aspek yang mendera PDAM. Kedelapan aspek itu yakni peningkatan jam operasi pelayanan, pemenuhan tarif full cost recovery (FCR), penurunan tingkat kehilangan air, dan efisiensi produksi. Selanjutnya peningkatan konsumsi air, penggantian meter air, peningkatan cakupan pelayanan, dan peningkatan kompetensi pegawai.
Menurut Bambang, BPPSPAM bersinergi dengan lembaga donor, asosiasi, dan pemangku kepentingan lain dalam program pemenuhan akses air minum. Sinergi diperlukan agar program pemenuhan akses air mnum tidak tumpnag tindih. Lewat sinergi, masing-masing pemangku kepentingan melibatkan PDAM setempat dalam program peningkatan kapasitas maupun pendampingan teknis.
Anggota BPPSPAM Unsur Penyelenggara, Henry Limbong menambahkan pemerintah daerah harus mendukung penuh upaya peningkatan kinerja PDAM. Dia menyebut, komitmen pemerintah daerah yang rendah menjadi salah satu penyebab penyehatan PDAM berjalan lambat.
"Permasalahannya kompleks, setiap PDAM juga berbeda persoalannya. Komitmen pemda juga ada yang tidak jelas sehingga PDAM dibiarkan saja, padahal itu tanggung jawab pemda," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Long Weekend Paskah, Penumpang KA Daop 6 Jogja Capai 36 Ribu Orang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement








