Advertisement

Dikabarkan Diusir, Ngabalin: Yang Demo, Minta Uang

Newswire
Minggu, 24 Maret 2019 - 01:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dikabarkan Diusir, Ngabalin: Yang Demo, Minta Uang Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. - Suara.com/Dwi Bowo Raharjo

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Tenaga Ahli Utama Staf Kantor Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan bahwa insiden pengusiran dirinya saat kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Kamis (21/3/2019) lalu adalah kabar bohong alias hoaks.

Ngabalin menuturkan, sebelum memberikan kuliah umum, sejumlah mahasiswa menemui stafnya untuk meminta uang serta membiayai mereka jalan-jalan ke Jakarta. Kalau tak dikasih, mereka akan menggelar aksi saat itu juga.

Advertisement

Ia menegaskan, tak mau memenuhi tuntutan tersebut. Alhasil, ketika giliran dia memberikan pidato, sejumlah mahasiswa menggelar aksi di luar gedung.

"Itu yang demo, sebelum saya pidato, minta uang ke staf saya. Dengan harapan agar saya bisa kasih uang, kemudian mereka tidak akan demo. Apa urusannya?" kata Ngabalin kepada Suara.com, Sabtu (23/3/2019).

Karena itulah, saat aksi terjadi, ia memilih menemui para demonstran. Tujuannya, mempertanyakan keluhan para pendemo.

Namun, Ngabalin menceritakan, massa aksi menolak untuk memberikan kesempatan dirinya berbicara. Akhirnya Ngabalin memilih untuk kembali ke dalam dan melanjutkan pidatonya.

"Saya lagi pidato terus mereka minta tanggapan. 'Apa yang harus saya berikan tanggapan? Apanya yang kau keberatan?' mereka tidak kasih kesempatan buat saya menanggapi. Ya sudah saya kembali ke ruangan," terang politikus Partai Golkar itu menirukan perkatannya kepada demonstran.

Ngabalin menyebut video yang beredar di media sosial mengenai dirinya diusir itu hanya tak ditampilkan secara utuh.

Video tersebut, kata Ngabalin, hanya menampilkan dirinya saat keluar untuk berdialog dengan massa aksi. Menurutnya ada pihak yang sengaja memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.

"Itu berita yang sesat dan menyesatkan. Itu kan potongan video yang mereka sengaja perlihatkan,” tukasnya.

Ia juga menepis tuduhan aksi tersebut dilatari dirinya yang justru mempromosikan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi–Maruf Amin dalam kuliah.

Ngabalin menjelaskan, dalam kuliah umum itu, ia hanya menyampaikan capaian-capaian kerja pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

”Sama sekali tak ada kalimat dukungan, kampanye, atau yel-yel politik. Setelah acara selesai, saya kembali ke Hotel Aston Medan dalam keadaan tidak terusir,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Korban Diminta Dukun Pengobatan Spiritual Baca Salawat 4.444 Kali, Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jogja
| Senin, 11 Desember 2023, 15:37 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement