Prabowo-Sandi Janjikan Pembelian Kembali Saham Indosat

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Rabu, 20 Maret 2019 20:37 WIB
Prabowo-Sandi Janjikan Pembelian Kembali Saham Indosat

Sandiaga Uno/Antara-M. Ibnu Chazar

Harianjogja.com, JAKARTA — Calon wakil presiden Sandiaga Uno berencana serius membeli saham Indosat lagi apabila memenangi Pilpres 2019. 

Sandi mengatakan pembelian kembali saham Indosat dari Pemerintah Qatar adalah salah satu cara menciptakan lapangan pekerjaan. 

“Nah salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik [KTP-el]. Tapi kita juga harus menguasai data. Dan sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buy back Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi akan kamiusahakan,” katanya di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Sandi akan bicara dengan  Pemerintah Qatar. Dengan begitu, kedaulatan data untuk sistem integrasi KTP-el yang bisa digunakan untuk apa saja seperti BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bisa tercapai. 

Penggunaan data yang terpusat itu bisa dikawal dan dikontrol dengan perusahaan milik Indonesia. Apabila Indosat mayoritas sahamnya milik Tanah Air, nantinya Telkomsel juga akan diajak dalam pengelolaannya. 

“Di situ kan mereka bisa mengawal sehingga data kita kuat didorong bukan hanya oleh pemerintah tapi dunia usaha juga yang dikelola oleh pemerintah,” jelasnya.

Usai debat ketiga pada 17 Maret lalu Sandi menentang ide lawan politiknya, Jokowi-Ma\'ruf yang memberikan banyak kartu bagi masyarakat.

Pasangan nomor urut 01 tersebut bakal menerapkan tiga kartu, KIS, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

“Sudah kami sampaikan rakyat terbebani dengan banyak kartu, dan pasti ada birokrasi ada biaya ada beban negara menghabiskan triliunan rupiah,” jelas Sandi di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu justru menyarankan agar program pemerintah ke masyarakat dilakukan menggunakan KTP-el.

Menurutnya, KTP-el akan digunakan sebagai konsolidator program pemerintah agar bisa diakses warga untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

“KTP elektronik kan ada chip ada digital ekonomi yang di belakang KTP. Single identification number itu bisa menjadi trobosan inovasi dengan pendekatan digital sangat mudah dilakukan,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online