Mau Cari Kerja Lewat Program POLIRAN? Hubungi Nomor Ini
Polda Metro Jaya menyiapkan hotline POLIRAN di 08131301994 untuk memantau proses pencarian kerja, pelatihan, dan seleksi kerja.
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, JAMBI--Tewasnya Yansen Kwok, 34, warga Jalan Zainal Abidin, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi pada 10 Maret 2019 lalu, menyisakan duka yang dalam.
Betapa tidak, korban yang merupakan tulang punggung keluarga itu tewas ditikam hingga mendapat empat tusukan oleh seorang pria berinisial SL di sekitar rumahnya pada 27 Februari lalu.
Dengan kejadian tersebut, istri korban Melisa, 25, mengaku tidak terima dan berusaha menuntut keadilan atas meninggalnya suaminya itu. "Sebelum meninggal, suaminya sengsara 12 hari di rumah sakit," kata Melisa, Rabu (13/3/2019).
Diakui Melisa, pihaknya ada didatangi keluarga korban untuk meminta kesepakatan perdamaian. Namun, ditolaknya lantaran disaat suaminya masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.
"Kemarin saat di rumah sakit ada ibunya korban datang menawarkan perdamainan, tapi dengan nada kayak orang marah gitu. Saya sebutlah kalau mau berdamai nanti saja kalau kondisi suaminya telah membaik," jelasnya.
Sementara itu, adik kandung korban Indra, 27, menceritakan penusukan tersebut dididuga akibat cek-cok tentang parkir motor, bukan adanya perkelahian. Mulanya, SL yang meminta parkir memindahkan motor yang ada di depan parkir di sebelah rumah korban. Tidak berselang lama korbanpun segera memindahkan motor yang terparkir tersebut.
"Awalnya kakak saya itu ditegur sama pelaku, katanya motor yang terparkir di depan pagar menganggu. Dak lamo tu motor tersebut dipindahinnyo. Pas sudah dipindah mau ngasih tahu la mungkin, tibo-tibo dio keluar rumah langsung nusuk kakak saya," ujar Indra.
Dengan kejadian yang menyedihkan ini, pihaknya enggan berdamai dengan pihak pelaku. Kerena, telah menghilangkan nyawa suami dan kakak korban. Bukan itu saja, korban merupakan tulang punggung keluarga, ditambah anak korban sendiri masih sangat kecil yang masih berusia satu tahun.
Melalui kuasa hukum keluarga korban Mike Marlena Siregar, 38, akan membawa kasus ini ke meja hijau karena perbuatan pelaku telah menyakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Saat ini, katanya, pelaku masih diancam dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan kurungan penjara lima tahun.
"Saya sebagai kuasa hukum dari keluarga korban, akan membawa perkara ini sebagaimana mestinya, karena saat ini pelaku masih dijerat pasal 351 ayat 2, seharusnya pasal yang dikenakan bisa lebih berat karena korban telah meninggal dunia," harap Mike.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Yuyan Priatmaja mengakui saat ini pelaku telah diamanakan di Polresta Jambi. "Langsung kita amankan hari itu juga dan saat ini masih dalam pemeriksaan petugas,” ucapnya.
Dia menambahkan, korban terkena sejumlah tusukan di bagian perut. "Korban sempat dirawat di rumah sakit, dan akhirnya korban meninggal dunia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polda Metro Jaya menyiapkan hotline POLIRAN di 08131301994 untuk memantau proses pencarian kerja, pelatihan, dan seleksi kerja.
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Kozo Tashima resmi maju sebagai calon Presiden FIFA 2027. Didukung JFA, ia mengusung integritas dan harus memenuhi syarat nominasi.
Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Stikom Semarang yang turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asal Jawa Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi.