Advertisement
Boeing 737 Max Dilarang Melintas di Wilayah Udara Prancis
Karyawan Boeing di depan pesawat 737 MAX 8 yang sedang keluar dari jalur produksi di Renton, Washington, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2018. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Otoritas penerbangan sipil Prancis melarang pesawat Boeing 737 Max melintas di wilayah udara negara tersebut setelah 737 Max 3 yanh dioperasikan Ethiopian Airline jatuh di Ethiopia dan menewaskan 157 orang pada Minggu (10/3/2019).
"Mengingat keadaan kecelakaan di Ethiopia, pihak berwenang Prancis telah mengambil keputusan, sebagai tindakan pencegahan, untuk melarang penerbangan komersial pada Boeing 737 Max ke, dari, atau di wilayah Perancis," kata DGAC, badan pengatur penerbangan sipil Prancis, Selasa (12/3/2019).
Advertisement
"Prancis tetap memperhatikan unsur-unsur penyelidikan yang akan datang serta keputusan regulator Eropa dan Amerika."
Kecelakaan di Ethiopia adalah kecelakaan kedua yang melibatkan Boeing 737 Max 8 dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober 2018, pesawat maskapai Lion Air jatuh di Laut Jawa Indonesia, menewaskan 189 penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
DPRD Kulonprogo Sidak Dapur MBG, Soroti Kualitas Gizi Anak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Unisa Siapkan Laboratorium Stem Cell, Target Beroperasi 2026
- Kapal Terbalik di Bintan, 9 ABK KM Makmur Jaya Ditemukan Selamat
- Ketua Pengprov KBI Jatim Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Atlet
- BPBD Sleman Ungkap Jalur Rawan Bencana, Pengendara Diminta Waspada
- Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Penjelasan Dubes
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- JNE Prediksi Pengiriman Ramadan Naik hingga 30 Persen
Advertisement
Advertisement






