Advertisement
Running Text Puskesmas Srondol Muncul Tulisan Ajakan Pilih Capres 02, Ini Faktanya
Ilustrasi running text Puskesmas Srondol, Semarang, yang diretas untuk memilih paslon nomor urut 02. (Instagram portalsemarang)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Media sosial dihebohkan dengan kabar fasilitas LED running text di Puskesmas Srondol, Kota Semarang, yang muncul tulisan yang berisi ajakan memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2019.
Rupanya, fasilitas tersebut diretas oleh orang yang tidak dikenal. Layar LED yang biasanya menampilkan pesan kesehatan maupun program puskesmas tersebut diganti.
Advertisement
Peristiwa itu awalnya diketahui melalui unggahan akun @portalsemarang di Instagram, Senin (4/3/2019) pagi. Tampak potongan video berdurasi sekitar 10 detik itu menampilkan layar running text Puskesmas Srondol yang telah diretas.
Dalam unggahan itu rekaman video sudah disensor maupun diedit. Meski demikian, informasi yang diperoleh Semarangpos.com, video itu berisi rekaman tulisan pada layar yang berbunyi, ‘Hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO’
BACA JUGA
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Semarang, Widoyono, membenarkan peristiwa diretasnya layar running text Puskesmas Srondol untuk kepentingan politik itu. Ia bahkan menyebut kejadian tersebut berlangsung pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kepala Puskesma katanya saat itu lagi rapat internal. Terus dia dapat laporan, ada keramaian di depan. Ternyata laporan soal itu [running text yang diretas],” ujar Widoyono kepada wartawan di Semarang, Senin.
Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, running text itu kemudian dimatikan sekitar pukul 09.15 WIB. Layar LED yang menampilkan running text itu kemudian dicopot untuk dilakukan perbaikan sekitar pukul 13.00 WIB.
Widoyono mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Salah satu upaya yakni melalui kamera closed circuit television (cctv) yang terpasang di sekitar lokasi.
“Kami mau lihat dari CCTV. Apakah ada kesengajaan, maksudnya di situ atau dari mana kan kita bisa cari informasi,” imbuhnya.
Selain itu, Widoyono mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi tingkat internal. Membahas, apakah peristiwa ini perlu dilaporkan ke pihak berwenang atau tidak.
“Kami enggak suka dengan keadaan seperti ini. Enggak nyaman. Sementara kita matikan dulu [LED running text]. Belum tahu mau dihidupkan kapan lagi,” terangnya.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Arus Balik Naik, Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Dibuka Hingga Malam
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
- Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Brasil dan Kokoh di Puncak Klasemen
- 700.000 Anak Sekolah Terdeteksi Alami Gejala Kecemasan dan Depresi
- Klasemen Liga Spanyol: Barca Jaga Jarak, Real Madrid Mendekat
- Roadshow Pelangi di Mars Ramaikan Libur Lebaran 2026 di Jogja
Advertisement
Advertisement



