TKN Jokowi-Maruf Siapkan 22 Juta Saksi untuk Pemilu 2019

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
28 Februari 2019 00:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyiapkan 22 juta saksi untuk Pemilu 2019 di seluruh Indonesia. Wakil Direktur Bidang Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy menyampaikan, pihaknya akan melakukan pembekalan terhadap saksi-saksi dari timnya di seluruh Indonesia, mulai besok hingga 15 Maret 2019.

Usai pembekalan, saksi yang berjumlah 22 juta itu disebar ke seluruh Indonesia untuk melakukan tugasnya. Tugas itu mulai dari melakukan pengawasan kampanye serta penghitungan dan rekapitulasi suara saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019.

“Kami direktorat saksi akan melakukan pembekalan mulai besok di 34 provinsi dengan harapan akan selesai sebelum tanggal 15 Maret. Ini sebagai tanda bahwa saksi-saki kami sudah mulai bertugas di bawah untuk mengawasi pelaksanaan kampanye, tahapan kampanye, sampai pada hari H pemilu nanti, penghitungan dan rekapitulasi,” ujar Lukman Edy saat ditemui di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

“Tugas saksi ini kemarin sudah di-launching oleh Pak Jokowi, sehingga kemudian kami karena sudah diperintahkan bukan hanya menjalankan tugas saksi pada saat hari H, mulai dari proses semenjak sekarang itu sudah diawasi oleh saksi-saksi kami di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Lukman Edy pun sedikit menjelaskan mengenai 22 juta saksi yang terdapat dalam timnya. Ia memaparkan, pihaknya memiliki saksi khusus berjumlah 2 juta, sedangkan 20 juta lainnya merupakan saksi yang diberikan oleh setiap koalisi partai politik (parpol).

“2 juta orang, itu yang saksi dalam. Kalau saksi luarnya semua partai koalisi partai Pak Jokowi itu diberikan kewajiban sebagai saksi Pak Jokowi. Sistem IT kita nanti menerima 22 juta input. 20 juta saksi-saksi partai, karena enggak mungkin cuma 1 orang, ditambah saksi khusus kita di setiap TPS, jadi ada 22 juta,” ujar Lukman Edy.

Sumber : Okezone.com